Harga TBS Sawit Stabil, Petani Ipuh Muko-Muko Bersyukur
- 06 Mar 2026 10:18 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Warga Kecamatan Ipuh, Kabupaten Muko-Muko, mengaku bersyukur atas stabilnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani. Saat ini, harga TBS diketahui bertahan di kisaran Rp3.000 per kilogram, bahkan bisa lebih tinggi jika petani menjual langsung ke pabrik pengolahan.
Kondisi tersebut dinilai memberikan dampak positif bagi para petani sawit yang selama ini menggantungkan penghasilan dari hasil perkebunan. Stabilnya harga TBS dinilai mampu membantu perekonomian masyarakat, terutama di tengah meningkatnya biaya kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga Kecamatan Ipuh, Marlin, mengatakan bahwa harga TBS yang stabil dalam beberapa bulan terakhir sangat dirasakan manfaatnya oleh para petani. Menurutnya, kondisi ini menjadi kabar baik karena sebelumnya harga sawit sempat mengalami fluktuasi.
“Alhamdulillah sekarang harga TBS masih bertahan di angka Rp3.000 per kilogram. Bahkan kalau langsung dijual ke pabrik bisa lebih mahal. Kami sebagai petani tentu sangat terbantu,” ujar Marlin.
Ia menjelaskan, stabilnya harga sawit sangat penting bagi petani karena biaya perawatan kebun sawit saat ini tergolong cukup tinggi. Mulai dari harga pupuk, racun rumput, hingga berbagai kebutuhan perawatan lainnya terus mengalami kenaikan.
“Biaya perawatan sawit sekarang cukup mahal, seperti pupuk dan racun rumput. Jadi dengan harga sawit yang stabil ini, petani bisa sedikit bernapas lega,” katanya.
Marlin juga menilai pemerintah saat ini cukup memperhatikan kondisi para petani sawit. Ia berharap harga TBS tetap stabil dan tidak kembali turun, terutama menjelang momen penting seperti bulan Ramadan dan Idul Fitri, ketika kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.
Dengan harga yang tetap terjaga, para petani berharap hasil perkebunan sawit dapat terus menjadi penopang ekonomi keluarga. Sekaligus membantu memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, khususnya di tengah meningkatnya biaya hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....