BKKBN Padukan Program menuju Penguatan Satu Data Indonesia
- 04 Mar 2026 12:53 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN sebelumnya telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada 25 Juli 2025 dalam rangka Kick Off Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025. Kesepakatan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama dalam penyediaan, pemanfaatan, serta pengembangan data dan informasi statistik di bidang kependudukan dan pembangunan keluarga.
Meninndaklanjuti kerja sama tersebut, diwujudkan koordinasi antara BPS Provinsi Bengkulu dan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu terkait pemanfaatan dan pengembangan Portal PETIK BUAHATI. Portal Desa Cinta Statistik Bengkulu Merah Putih (PETIK BUAHATI) merupakan inovasi kolaboratif antara BPS Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Koordinasi lintas sektor yang digelar di Kantor BPS Bengkulu pada Rabu, 4 Maret 2026, dihadiri tim teknis dari BKKBN, di antaranya Ketua Tim Kerja 2 (Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting) Agus Veriansyah Dalimunthe, S.Kom., M.Stat, Ketua Tim Kerja 3 (Pengendalian Kependudukan) Weldi Suisno, S.Pd., M.E., serta Ketua Tim Kerja 6 (Pelaporan, Statistik, dan Pengelolaan TIK) Sahwani, S.Kom. Turut hadir perwakilan dari Bappeda Provinsi Bengkulu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bengkulu, serta Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu.
Statistisi Ahli Madya BPS Bengkulu, Herlinawaty, menjelaskan bahwa portal ini merupakan implementasi nyata program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang mendukung kebijakan Satu Data Indonesia. Portal ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi dalam penyediaan, pemanfaatan, dan pengembangan data statistik sektoral dan kewilayahan.
"Pembangunan daerah akan lebih mudah jika tersedia data yang menjadi peta petunjuk. Bahkan pembangunan akan lebih cepat jika dimulai dari tingkat desa,” ujar Herlinawaty.
Ia menyebutkan, di Provinsi Bengkulu terdapat 1.513 desa yang seluruhnya merupakan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB). Menurutnya, program Kampung KB menjadi langkah strategis menuju desa yang mandiri dan membangun.
Herlinawaty menambahkan, ke depan kader KB akan diberdayakan sebagai agen statistik di desa melalui program Desa Cantik. “Kader KB desa akan dilibatkan sebagai agen statistik, sehingga perlu peningkatan kompetensi aparatur desa dalam pengelolaan data,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja 3 BKKBN Bengkulu, Weldi Suisno, menyampaikan koordinasi ini merupakan tindak lanjut konkret dari kerja sama BPS dan Kemendukbangga/BKKBN dalam memperkuat data kependudukan di tingkat desa. Khususnya melalui Rumah Data Kependudukan (RDK) di Kampung KB.
“Kampung KB merupakan strategi percepatan pembangunan dari pinggir atau desa. Sementara BPS memiliki program penguatan pengelolaan data desa melalui inovasi PETIK BUAHATI. Konsep ini memadukan penguatan portal data dan peningkatan SDM pengelola data,” kata Weldi.
Menurutnya, kolaborasi Kampung KB dan Desa Cantik menjadi langkah strategis untuk memperkuat Rumah Data Kependudukan (RDK) sebagai pusat data dan intervensi permasalahan kependudukan di tingkat mikro. Integrasi Portal PETIK BUAHATI dengan RDK menjadi salah satu strategi memperkuat Kampung KB dalam menyediakan data yang akurat dan berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan desa dan kelurahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....