Universitas Bengkulu Revisi Renstra 2025-2029
- 04 Mar 2026 12:08 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Universitas Bengkulu (Unib) matangkan target Menuju Universitas Unggul dan Berdaya Saing Internasional. Dengan menggelar revisi Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029, pada Selasa, 2 Maret 2026. Dalam agenda bertajuk forum diskusi itu Rektor Unib, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, dalam sambutannya mengapresiasi kerja Tim Penyusun Renstra yang telah menyiapkan draf awal untuk didiskusikan secara komprehensif dan partisipatif.
Rektor menegaskan bahwa revisi Renstra 2025–2029 harus mengakomodasi berbagai komponen strategis yang tertuang dalam Perjanjian Kinerja institusi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), yang telah ditandatangani sebelumnya. Sehingga tujuan untuk menjadikan unib berdaya saing global fan internet bisa terwujud.
Selain itu, dokumen tersebut juga harus merefleksikan hasil evaluasi Renstra periode sebelumnya serta selaras dengan visi dan misi dalam statuta terbaru, yakni menjadikan Unib sebagai universitas unggul, berbudaya, dan berdaya saing internasional. Menurut Prof. Indra, Renstra bukan sekadar dokumen administratif, melainkan kompas pembangunan institusi empat tahun ke depan.
“Kita perlu menyamakan persepsi dan memperkaya substansi Renstra ini. Dokumen ini akan menjadi peta jalan bersama dalam mewujudkan visi dan misi universitas, sekaligus memastikan seluruh program dalam Perjanjian Kinerja dapat direalisasikan secara optimal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Renstra merupakan tanggung jawab kolektif seluruh unsur pimpinan dan unit kerja. Implementasinya harus mampu mendorong penguatan sistem pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang unggul, berbasis mutu dan karakter, serta relevan dengan agenda internasionalisasi institusi.
Forum ini membahas refleksi capaian Renstra 2020–2024, tantangan strategis yang dihadapi ke depan, serta perumusan arah kebijakan pengembangan universitas di bidang akademik, sumber daya manusia, kemahasiswaan, riset, pengabdian kepada masyarakat, dan kemitraan strategis. Ketua tim penyusun renstra Dr. Mustopa memaparkan peluang menjadikan Unib sebagai pusat unggulan STEM dan riset kebencanaan di wilayah Sumatera bagian selatan yang diakui secara nasional dan internasional; pengembangan ekosistem inovasi dan hilirisasi yang menghubungkan riset akademik dengan kebutuhan industri dan pembangunan nasional; penguatan reputasi global berbasis kontribusi nyata terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs); serta akselerasi transformasi digital pembelajaran untuk memperluas akses, meningkatkan kualitas, dan membuka sumber pendanaan baru.
Namun demikian, ia juga mengingatkan sejumlah tantangan yang harus diantisipasi secara serius, seperti potensi penurunan kualitas layanan pendidikan, krisis regenerasi akademik yang dapat berdampak pada kepemimpinan ilmiah, ketidakmampuan beradaptasi terhadap disrupsi teknologi dan kebutuhan industri. Serta ketertinggalan dalam persaingan global yang tercermin dari masih terbatasnya internasionalisasi dan posisi pemeringkatan institusi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....