DPRD Dorong Perumda Tirta Hidayah Optimalkan EPANET untuk Monitoring Distribusi

  • 28 Feb 2026 21:04 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu didorong untuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi EPANET sebagai alat monitoring dan evaluasi sistem distribusi air bersih. Dorongan itu disampaikan Anggota DPRD Kota Bengkulu, Fenty Wisnuwardhani, menyusul masih adanya keluhan masyarakat terkait pelayanan air, Sabtu 28 Februari 2026.

Menurut Fenty, perencanaan sistem distribusi air bersih merupakan bagian krusial dalam pembangunan infrastruktur, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan. Salah satu perangkat lunak yang dapat diandalkan adalah EPANET, aplikasi open-source untuk mensimulasikan perilaku hidrolik dan kualitas air dalam jaringan perpipaan.

“Saya minta mereka melakukan evaluasi terhadap perencanaan. Karena masih banyak keluhan pelayanan yang kurang, seharusnya itu bisa diminimalisir kalau direncanakan dengan baik,” ujar Fenty.

Ia menjelaskan, EPANET dapat membantu menganalisis tekanan air, pola distribusi, hingga kebutuhan penambahan pompa dan katup (valve) dalam jaringan. Sistem distribusi air, katanya, tidak boleh buntu dan harus saling terkoneksi agar aliran tetap stabil.

“Dari aplikasi itu bisa diketahui tekanan air di titik mana yang rendah atau tinggi, perlu tambahan pompa atau tidak, termasuk mempertimbangkan elevasi wilayah. Kalau pompa dari awal terlalu kencang, itu juga bisa mengakibatkan pipa pecah,” jelasnya.

Fenty menekankan, dengan memasukkan data jaringan secara lengkap, operator dapat mengetahui kebutuhan jumlah pompa, jarak ideal penambahan pompa, hingga memastikan tekanan air di ujung jaringan tetap sama dengan di titik awal. Selain itu, aplikasi tersebut juga dapat memetakan kondisi jaringan melalui indikator warna untuk memudahkan identifikasi titik bermasalah.

Namun, ia menilai implementasi hasil analisis dari aplikasi tersebut belum optimal. Meski pihak Perumda mengaku telah menggunakan EPANET, evaluasi dan tindak lanjut terhadap hasil simulasi dinilai belum maksimal.

“Masalahnya bukan hanya menggunakan aplikasinya, tetapi bagaimana hasil analisanya ditindaklanjuti. Kalau evaluasi dilakukan setiap tahun, kesalahan dan kekurangan bisa diminimalisir,” katanya.

Ia juga mendorong agar tenaga teknis lebih aktif memanfaatkan fitur analisis, termasuk dalam memantau usia pipa. Demikian potensi kebocoran, hingga perencanaan perluasan jaringan ke wilayah yang belum terlayani.

“Dari situ bisa terlihat apakah suatu wilayah layak ditambah jaringan atau belum. Jadi ke depan aplikasi ini harus benar-benar dioptimalkan, supaya keluhan masyarakat bisa ditekan,” ujar Fenty.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....