Wali Kota Intruksikan RT Aktipkan Tamu Wajib lapor 1x24 jam
- 27 Feb 2026 08:38 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyampaikan keprihatinannya atas tingginya angka kasus HIV/AIDS di Kota Bengkulu. Ia menilai, salah satu faktor risiko penularan HIV adalah pergaulan bebas melalui hubungan seksual berisiko dan praktik prostitusi yang masih terjadi di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Dedy saat menghadiri kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) malam ke-9 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al-Muhajirin, Jalan Pariwisata, Kelurahan Lempuing. Dalam sambutannya, Dedy meminta seluruh Ketua RT di Kota Bengkulu untuk kembali memperketat pengawasan lingkungan, termasuk mengaktifkan kembali aturan wajib lapor bagi tamu 1x24 jam.
“Saya minta Pak RT agar buat lagi aturan, bagi tamu wajib lapor 1x24 jam, penyebaran HIV sekarang tidak lagi dari lokalisasi, bisa dari tetangga kita, mungkin dari tempat kos-kosan. Maka Ketua RT harus mengetahui misalnya kemarin ada tamu laki-laki datang ke rumah si anu, hari ini beda lagi orangnya, besok beda lagi, itu perlu dicurigai, apa aktivitas yang dilakukan di rumah itu,” ujar Dedy.
Menurutnya, pengawasan berbasis lingkungan sangat penting untuk mencegah potensi penyebaran penyakit menular serta menjaga ketertiban dan kenyamanan warga. Ia juga mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya, khususnya yang telah beranjak remaja.
“Jangan sampai anak-anak kita salah pergaulan. Peran keluarga sangat penting dalam membentengi mereka dari perilaku berisiko,” katanya.
Seperti pada malam-malam sebelumnya, Dedy juga menyerahkan bingkisan untuk Masjid Al-Muhajirin. Selain itu, Pemerintah Kota Bengkulu melalui program CSR yang dititipkan di Bank Bengkulu memberikan bantuan berupa satu unit showcase untuk mendukung operasional masjid.
Dedy mengapresiasi pengurus Masjid Al-Muhajirin yang membuka masjid selama 24 jam sebagai bentuk pelayanan kepada umat. Namun demikian, ia mengingatkan agar pengurus segera memasang kamera pengawas (CCTV), mengingat berdasarkan informasi yang diterimanya, masjid tersebut beberapa kali mengalami kasus pencurian kotak amal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....