Calon Lahan Tanaman Sela Padi Gogo Akan Dikaji

  • 27 Feb 2026 07:53 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - 405 hektare lahan replanting telah diajukan ke Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Bengkulu untuk dilakukan pengujian dan penilaian kesesuaian lahan. Kajian ini menjadi tahap penting sebelum penanaman padi gogo, agar kondisi tanah, topografi, dan teknis budidaya sesuai dengan rekomendasi pertanian.

Kepala Bidang Pengembangan Dinas Perkebunan Bengkulu Utara Surya Mulyadi menjelaskan, lahan seluas 405 hektare tersebut merupakan usulan replanting yang diajukan setelah april 2025. Sesuai ketentuan program, seluruh lahan tersebut wajib menerapkan pola tanaman sela padi gogo selama masa tanaman sawit belum menghasilkan.

"Program peremajaan kelapa sawit tahun 2026 di Kabupaten Bengkulu Utara kini masuk tahap baru. 405 hektare calon lahan tanaman sela padi gogo diusulkan untuk dikaji kesesuaiannya," katanya.

Kepala Bidang Pengembangan Dinas Perkebunan Bengkulu Utara menyebut untuk pendanaan program tanaman sela diambil dari alokasi kegiatan replanting yang bersumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Setiap hektar replanting mendapat dukungan 60 juta rupiah dengan sekitar 7,8 juta rupiah dialokasikan untuk penanaman padi gogo.

Sementara di tahun 2026, saat ini secara keseluruhan target replanting sawit tahun 2026 di Kabupaten Bengkulu Utara tetap sebesar 1.250 hektare. Hingga saat ini telah masuk 15 usulan dengan total potensi luasan mencapai 1.663 hektare yang tersebar di berbagai kecamatan.

"Untuk dananya bersumber dari alokasi kegiatan replanting. Sementara untuk target replantig tahun 2026 ini 1.250 hektare," ujarnya.

Menurut Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), ada beberapa kriteria yang mengindikasikan bahwa kebun sawit perlu diremajakan:

1. Usia tanaman telah melebihi 25 tahun.

2. Produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) sangat rendah, kurang dari 10 ton per hektar per tahun.

3. Penggunaan bahan tanaman yang tidak unggul atau illegitim.

4. Kesulitan dalam pemanenan karena tinggi tanaman melebihi 12 meter.

5. Kerapatan tanaman yang rendah (kurang dari 80 pohon per hektar).

Berdasarkan kriteria-kriteria tersebut, peremajaan tanaman menjadi langkah penting untuk kembali meningkatkan produktivitas kebun sawit. Pada tanaman yang telah berumur 25 tahun, produksi tandan buah segar kelapa sawit biasanya turun sekitar 13 ton jauh di bawah potensi produktivitas optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....