Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies Bengkulu Utara Meningkat
- 27 Feb 2026 07:48 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu Utara - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara kasus gigitan hewan penular rabies alami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan sejak tahun 2024. Namun data ini tidak semua kasus gigitan positif rabies.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, Faisal mengatakan pada tahun 2024 tercatat ada 164 kasus gigitan hewan penural rabies. Sedangkan pada tahun 2025 teedapat 277 kasus gigitan hewan penular rabies.
"Kasus gigitan hewan penular rabies baik itu anjing, kucing dan kera di Kabupaten Bengkulu Utara cukup meningkat. Peningkatan ini kita lihat dari perbedaan ditahun 2024 dan 2025," katanya.
| Baca juga: Kabupaten Lebong Miliki 2 Rabies Center |
Plt Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Utara menjelaskan pada tahun 2025 terdapat 1 kasus rabies terkonfirmasi dengan pasien meninggal dunia. Kasus ini terjadi karena korban tidak melapor kejadian tersebut ke fasilitas kesehatan.
Selain itu pasien tidak mendapatkan penanganan medis serta vaksinasi sejak dini. Observasi pada hewan yang menggit juga tidak bisa dilakukan karena telah dibunuh terlebih dahulu.
"Ditahun 2025 ada 1 kasus gigitan yang menyebabkan meninggal dunia. Hal ini bisa sampai terjadi karena yang bersangkutan tidak melapor ke Puskesmas terdekat, sehingga tidak mendapatkan penanganan medis," ujarnya.
| Baca juga: Kasus GHPR di Lebong Sudah Capai 93 Kasus |
Sementara ditahun 2026, pada periode bulan Januari sudah ada 36 kasus gigitan hewan penular rabies. Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Daerah Bengkulu Utara telah menyiapakan 250 vial vaksin anti rabies (VAR) dan telah didistribusikan ke 3 rabies center.
Hingga saat ini masih ada tersisa 67 vial vaksin anti rabies dan belum ada pengadaan baru pada tahun 2026. Masyarakat diimbau untuk tidak menangani kasus gigitan hewan penular rabies secara mandiri.
"Kami minta kepada masyarakat, jika ada korban gigitan hewan penular rabies untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan. Sehingg bisa dilakukan pemeriksaan dan vaksinasi, guna mencegah risiko fatal akibat rabies," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....