28 Sampel Takjil di Balai Buntar dan Sekitar DPRD Diuji, Hasilnya Memenuhi Syarat
- 23 Feb 2026 20:57 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu bersama Dinas Koperasi dan UKM (KopUKM) Provinsi Bengkulu melakukan pengawasan dan pengambilan sampel takjil di sejumlah titik penjualan, Senin (23/2/2026). Pengawasan difokuskan di kawasan Balai Buntar serta di sekitar Gedung DPRD Provinsi Bengkulu yang ramai pedagang selama Ramadan.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim (Katim) Sertifikasi Balai POM di Bengkulu, Yunika Sary, bersama jajaran dan didampingi Kepala Dinas KopUKM Provinsi Bengkulu, Eddyson. Pengawasan dilakukan untuk memastikan takjil yang dijual kepada masyarakat aman dan bebas dari bahan berbahaya seperti boraks, formalin, maupun pewarna tekstil.
Ketua Tim Sertifikasi Balai POM di Bengkulu, Yunika Sary, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan rutin selama Ramadan. Sebanyak 28 sampel takjil diambil untuk dilakukan uji cepat keamanan pangan.
“Dari 28 sampel yang kami uji hari ini, seluruhnya memenuhi syarat. Tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya. Ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengawasan akan terus dilakukan secara berkala di berbagai titik penjualan takjil. Tak hanya di Kota Bengkulu, pengawasan ramadan juga akan dilaksanakan di daerah seperti Bengkulu Tengah, Seluma, Mukomuko, dan Bengkulu Utara.
“Kami mengimbau para pedagang untuk tetap menjaga kebersihan, menggunakan bahan pangan yang aman, serta memperhatikan cara pengolahan dan penyimpanan makanan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas KopUKM Provinsi Bengkulu Eddyson menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh pengawasan tersebut sebagai upaya melindungi konsumen sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaku UMKM.
“Kami ingin memastikan UMKM kita tidak hanya berkembang, tetapi juga memenuhi standar keamanan pangan. Dengan hasil yang memenuhi syarat ini, masyarakat bisa lebih tenang dalam membeli takjil,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....