7.300 Ekor Lintah Bengkulu Diekspor ke Uzbekistan
- 19 Feb 2026 16:17 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Bengkulu bersama Bea Cukai Bengkulu menunjukkan sinergi kuat dalam mendukung percepatan ekspor komoditas unggulan daerah. Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya pemeriksaan bersama (joint inspection) terhadap 7.300 ekor lintah air tawar yang akan diberangkatkan menuju Tashkent, Uzbekistan.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan komoditas yang diekspor memenuhi standar kesehatan internasional serta ketentuan regulasi kepabeanan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan akuntabel bagi pelaku usaha di Provinsi Bengkulu.
Kepala Karantina Bengkulu, drh. Betty Fajarwati, M.H., menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor 7.300 ekor lintah air tawar ini menjadi bukti komoditas Bengkulu memiliki potensi besar dan daya saing di pasar internasional. Ia menegaskan karantina siap mendukung penuh kegiatan ekspor, tidak hanya untuk komoditas tersebut, tetapi juga peluang komoditas pertanian dan perikanan lainnya.
"Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan memastikan setiap komoditas yang diekspor memenuhi persyaratan kesehatan serta standar negara tujuan. Sinergi bersama Bea Cukai menjadi kunci dalam mempercepat proses ekspor tanpa mengurangi aspek pengawasan,” ujarnya, Kamis (19/2).
Betty mengimbau para pelaku usaha agar memanfaatkan aplikasi SSm QC (Single Submission Quarantine Customs) dalam pengajuan ekspor. Sistem ini memungkinkan permohonan dokumen karantina dan pabean diajukan secara tunggal dan paralel sehingga mempercepat proses clearance serta menekan biaya logistik.
SSm QC merupakan bagian dari National Logistics Ecosystem (NLE) dan dapat diakses melalui laman resmi Lembaga National Single Window (LNSW). Melalui integrasi sistem ini, validitas data lebih terjaga serta memudahkan pemeriksaan baik oleh pihak karantina maupun Bea Cukai.
“Ekspor ini membuktikan komoditas hewan air asal Bengkulu mampu menembus pasar global. Ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan nilai ekspor," tutup Betty.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....