Berikut Pantangan yang Tidak Boleh Dilakukan saat Imlek
- 17 Feb 2026 11:04 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu Utara : Imlek adalah perayaan penting bagi warga Tionghoa karena menjadi awal tahun baru pada kalender tradisional China. Warga tionghoa juga percaya apa yang akan dilakukan saat imlek akan mepengaruhi keberuntugan sepanjang tahun. Maka dari itu menurut kepercayaannya terdapat beberapa pantangan yang tidak boleh dilakukan saat imlek karena dipercaya akan membawa sial.
Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Bengkulu Utara Suwandiati mengatakan berikut pantangan yang tidak boleh dilakukan pada hari Imlek :
1. Larangan Membersihkan Rumah
Masyarakat Tionghoa percaya bahwa menyapu atau membuang sampah saat Imlek dapat menghapus rezeki dan keberuntungan yang datang. Larangan membersihkan rumah biasanya berlaku mulai dari hari pertama Imlek hingga dua hari berikutnya.
Oleh karena itu, masyarakat Tionghoa cenderung menyapu sehari sebelum Imlek untuk menghindari pantangan tersebut. Bila terpaksa membersihkan rumah, lakukan dari tepi luar ke dalam dan simpan sampah ke kantong lalu buang setelah hari ke-5 setelah Imlek.
2. Larangan Keramas Dan Potong Rambut
Dalam bahasa Mandarin, rambut mempunyai pengucapan yang sama dengan kata "fa" dalam facaiyang artinya menjadi kaya. Tak hanya sama secara pengucapan, kata tersebut diyakini juga memiliki karakter yang juga serupa.
Sehingga rambut dianggap sebagai perlambang dari rejeki atau kekayaan. Karena itu, seseorang tidak dianjurkan untuk memotong atau mencuci rambut di awal tahun, karena hal ini sama saja dengan menghapus rezeki sepanjang tahun.
3. Dilarang Mencuci Pakaian
Larangan ini tidak hanya di hari pertama kalender Lunar, tetapi juga hari kedua. Penyebabnya, dua hari tersebut diperingati sebagai hari lahir dewa air.
Mencuci pakaian dianggap tidak menghormati dewa air, karena orang p percaya bahwa air melambangkan kekayaan. Membuang air setelah mencuci pakaian berarti membuang kekayaan.
4. Dilarang Memakai Pakaian Putih atau Hitam
Mengenakan pakaian putih atau hitam karena dua warna ini diasosiasikan dengan berkabung secara tradisional. Maka dari itu sangat dilarang menggunakan pakaian beewana putih atau hitam, warna yang paling dianjurkan yakni warna merah.
5. Dilarang Makan Bubur dan Daging untuk Sarapan
Di hari Tahun Baru Imlek, bubur tidak boleh dimakan karena bubur identik dengan orang yang sedang sakit.Tentunya tidak ada orang yang ingin mengawali dan melalui tahun dengan sakit.
Selain itu, daging tidak boleh dimakan untuk sarapan sebagai bentuk penghormatan kepada para dewa Buddha yang diyakini menentang pembunuhan hewa. Larangan ini bertujuan agar para dewa bertemu dan mengucapkan selamat tahun baru satu sama lain.
6.Larangan Memberi Angpao Bagi yang Belum Menikah
Dalam budaya Tionghoa, orang yang sudah menikah dianggap lebih mapan secara ekonomi dan psikologis dibandingkan yang belum menikah. Mereka yang telah menikah juga dianggap lebih berhasil membentuk keluarga baru maka dari itu, yang sudah menikah biasanya memberi angpao kepada yang belum menikah.
Hal ini dilakukan dengan harapan angpao dari orang yang telah menikah akan memberikan nasib baik kepada orang tersebut, dalam hal ini tentunya jodoh. Bila seseorang yang belum menikah ingin memberikan angpao, sebaiknya hanya memberikan uang tanpa amplop merah.
Nah sobat RRI masih banyak pantangan lainnya yang tidak boleh dilakukan oleh keturuan Tionghoa saat imlek. Namun untuk penjelasan yang di atas merupakan pantangan secara umum, semoga bermanfaat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....