Waspada Keracunan, Badan Mutu KKP-Bengkulu Uji Ciguatoxin Ikan
- 16 Feb 2026 09:34 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selaku competent authority (CA) jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPMHKP/Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP-red) yang membawahi wilayah kerja Provinsi Bengkulu yaitu Badan Mutu KKP Bengkulu melaksanakan surveilan kandungan toksin ikan (ciguatoxin) untuk mencegah dan mengantisipasi kejadian kasus keracunan ikan konsumsi baru - baru ini.
"Saya telah instruksikan kepada Kepala UPT Badan Mutu KKP Bengkulu untuk melaksanakan surveilan mutu dan keamanan ikan dan produknya termasuk yang terkait uji toksin, karena di perairan Bengkulu menurut nelayan setempat masih terjadi fenomena algae blooming yang harus kita waspadai dan lakukan tindakan berbasis ilmiah atau scientific based", ujar Isharini, Kepala Badan Mutu KKP Pusat saat dihubungi via telepon belum lama ini.
Sementara itu, Plt. Kepala Stasiun PPMHKP Bengkulu, Kukuh Andias Purbianti mengamini pernyataan Ishartini dan pihaknya beserta jajaran telah menyusun program surveilan mutu dan keamanan hasil perikanan termasuk untuk mewaspadai terjadinya keracunan ikan oleh ciguatoxin.
"Sesuai arahan Kepala Badan, di daerah kami telah melaksanakan surveilan ciguatoxin melalui pengambilan sampel untuk kemudian dilakukan pengujian di laboratorium rujukan milik Badan Mutu KKP yaitu BUSPM Jakarta Timur. Sampel yang kami ambil Ikan Swangi dan Ikan Kakap Merah sejak pertengahan Januari lalu", katanya.
Lebih lanjut ia merinci bahwa kegiatan surveilan dilaksanakan dengan sinergi bersama instansi terkait diantaranya UPTD PPP Pulau Baai, PPS Bungus dan Penyuluh Perikanan Kota Bengkulu. Lalu sampel ikan diambil dari pelabuhan Pulau Baai meliputi komoditas perikanan yang berasal atau ditangkap dari perairan yang sering dilaporkan oleh nelayan setempat terjadi fenomena alga blooming pada waktu - waktu tertentu.
Selanjutnya, sampel dikirim ke Jakarta untuk uji ciguatoxin karena laboratorium BUSPM memiliki peralatan yang lengkap dan terakreditasi.
"Hasil pengujian kami dapatkan dalam waktu 7 hari dengan metode Mouse BioAssay dan hasilnya menunjukkan bahwa seluruh sampel yang kami ambil negatif ciguatoxin", bebernya.
Dilansir dari berbagai sumber Ciguatoxin (CTX) adalah neurotoksin kuat yang diproduksi oleh mikroalga Gambierdiscus toxicus di terumbu karang tropis/subtropis, menyebabkan keracunan ikan ciguatera (CFP) pada manusia. Toksin tahan panas ini terakumulasi dalam ikan karang besar (kerapu, barracuda, kakap) dan menyebabkan gejala gastrointestinal, neurologis, hingga kardiovaskular, bahkan kematian akibat gagal napas.
Sebagai penutup, Kukuh menyampaikan bahwa kedepannya kegiatan surveilan ciguatoxin akan dilaksanakan secara kontinyu terutama pada waktu - waktu yang diperkirakan algae blooming terjadi untuk memastikan ikan yang dikonsumsi masyarakat Bengkulu dan sekitarnya bermutu dan aman. Dimana kegiatan tersebut dilaksanakan bersama dengan otoritas lokal seperti Pemda, Dinas maupun instansi vertikal terkait di Bengkulu.
HUMAS BADAN MUTU KKP BENGKULU
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....