Dinkes Bengkulu Lanjutkan Skrining HIV di Kos-kosan
- 16 Feb 2026 07:02 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu kembali mengintensifkan upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS. Kali ini, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu bersama Satpol PP menggelar kegiatan skrining atau tes HIV di kos-kosan di wilayah Kelurahan Kebun Beler yang diduga menjadi lokasi praktik prostitusi terselubung melalui aplikasi.
Sebelumnya, pemeriksaan kesehatan serupa menyasar terapis wanita di tempat usaha pijat. Namun dalam kegiatan terbaru ini, petugas menyasar hunian kos karena adanya indikasi transaksi prostitusi berbasis online.
Di lokasi, petugas mendapati lima perempuan yang menempati kamar berbeda. Dari hasil pendataan awal, tiga di antaranya diketahui bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK) dengan sistem Open Booking Online (BO) melalui aplikasi MiChat.
Saat proses pemeriksaan berlangsung, Wali Kota Dedy Wahyudi tiba di lokasi dan langsung berdialog dengan para penghuni kos. Ia menanyakan identitas, alamat asal, serta alasan mereka terlibat praktik prostitusi.
Dalam kesempatan tersebut, wali kota juga menegur Ketua RT setempat karena dinilai kurang peduli terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungannya. Menurut Dedy, pelaksanaan skrining HIV ini dilakukan karena adanya peningkatan jumlah penderita HIV di Kota Bengkulu.
“Kalau dulu penularannya banyak melalui jarum suntik yang sama, tapi hari ini banyak karena hubungan seks bebas. Yang kita prihatin, banyak yang terjangkit usia produktif, Seperti tadi ada usia 17 dan 19 tahun, kalau tidak segera kita lakukan langkah antisipasi, penyebarannya bisa sangat cepat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti fenomena remaja putus sekolah yang kemudian terjerumus ke dunia prostitusi, sebagian karena pernikahan dini dan perceraian. Dedy meminta seluruh Ketua RT, lurah, dan camat lebih aktif mengawasi lingkungan, khususnya rumah kos, agar tidak menjadi tempat prostitusi terselubung.
“Kalau itu dibiarkan dan tidak cepat kita atasi, maka akan terjadi lonjakan besar. Kita sedang berjuang agar kota ini dijauhkan dari bencana, jadi semua harus peduli. Jangan cuek,” tegasnya.
Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan kegiatan skrining akan terus dilakukan secara berkala. Hal ini dilakukan sebagai langkah deteksi dini sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya HIV/AIDS dan pentingnya menjaga perilaku hidup sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....