Reses Legislator Andi-Saputra Terima Aspirasi dan Soroti "Kopi-Pangku"

  • 15 Feb 2026 17:37 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi PKS, Andi Saputra, menggelar reses di daerah pemilihan (Dapil) I meliputi Kecamatan Teluk Segara, Muara Bangkahulu, dan Sungai Serut, Minggu 15 Februari 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di kediamannya itu berlangsung khidmat dan interaktif. Ratusan warga hadir menyampaikan aspirasi secara langsung, disertai dialog terbuka bersama perwakilan Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah persoalan krusial mencuat. Salah satunya terkait distribusi air bersih PDAM di wilayah Betiring RT 17 yang dikeluhkan warga karena hanya mengalir pada malam hari.

“Siang hari tidak hidup, malam baru mengalir. Ini tentu menjadi perhatian serius. Insya Allah akan kita teruskan ke pihak PDAM agar segera dicari solusi terbaiknya,” ujar Andi.

Menurutnya, pelayanan air bersih harus maksimal agar masyarakat sebagai pelanggan dapat menikmati layanan dengan baik, sekaligus mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, warga Rawamakmur juga menyoroti persoalan drainase yang tidak berfungsi optimal. Saat hujan deras, aliran air tersumbat bahkan ada saluran yang rusak sehingga memicu banjir.

Aspirasi tersebut, kata Andi, akan diinput ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) untuk selanjutnya diteruskan ke dinas teknis terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU), agar segera ditindaklanjuti.

Sementara dalam reses, soal isu penertiban pedagang juga menjadi perhatian. Sejumlah warga meminta agar penertiban oleh Satpol PP dilakukan secara bijak, terutama menjelang Ramadan.

Andi menegaskan bahwa aturan daerah dibuat demi ketertiban dan kenyamanan bersama. Namun, ia mendorong agar penegakan perda tetap mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif.

“Penertiban bukan untuk kepentingan pribadi atau pemerintah semata, tetapi demi kenyamanan masyarakat luas. Kalau tertib, semua akan merasa aman dan nyaman,” tegasnya.

Dalam reses tersebut, turut mengemuka persoalan praktik “kopi pangku” yang diduga mengarah pada prostitusi, serta meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kota Bengkulu. Data yang disampaikan menunjukkan lebih dari seribu warga terpapar HIV/AIDS.

Hal ini, menurut Andi, menjadi alarm serius bagi semua pihak. Ia mengajak masyarakat bersama instansi terkait, terutama Satpol PP dan Dinas Kesehatan, untuk memperkuat pengawasan serta sosialisasi menjelang Ramadan.

“Ini tanggung jawab kita bersama. Perlu langkah tegas namun tetap mengedepankan pendekatan edukatif agar masyarakat sadar dan terhindar dari dampak negatif,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....