Pengurus PDIP Bengkulu Sambut Kapal Laksamana-Malahayati
- 08 Feb 2026 18:49 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Kapal Laksamana Malahayati bersandar di dermaga Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu
Kedatangan kapal itu disambut pengurus PDIP Provinsi Bengkulu pada Minggu, (8/2/2026).
Kapal yang dilengkapi peralatan kesehatan dan tenaga medis ini akan berada di Bengkulu beberapa hari untuk memberikan pelayanan kesehatan (yankes) gratis kepada masyarakat Bengkulu.
Dimana hal itu merupakan bagian dari misi DPP PDIP bidang kesehatan untuk memastikan layanan kesehatan yang merata, khususnya bagi masyarakat di daerah 3C (tertinggal, terdepan, dan terluar), termasuk Provinsi Bengkulu.
Dokter Kapal Laksamana Malahayati, dr. Michelle Mailangkai, menjelaskan bahwa pelayaran kemanusiaan ini telah berlangsung sejak 10 Juni 2023 lalu. Dimana kapal dilepas dari Pelabuhan Tanjung Priok dan telah menyinggahi berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh, sebagian besar Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Bali, Lombok, hingga Nusa Tenggara Timur.
“Rute terakhir kami dari Aceh turun ke Sibolga, kemudian ke Mentawai, dan selanjutnya ke Bengkulu. Bengkulu ini menjadi titik ke-50 dari rangkaian pelayanan kesehatan yang telah kami lakukan,” ujar dr. Michelle dengan didampingi tenaga medis lainnyan
Selama berada di Bengkulu, disebutkan nya, tim medis akan membuka layanan kesehatan selama kurang lebih dua hari dan berpusat di wilayah Kota Bengkulu. Sedangkan pelayanan sendiri terbuka bagi masyarakat umum yang datang langsung ke lokasi sandar kapal atau nanti disediakan tempat/ lokasi nya di luar kapal.
"Untuk mendukung pelayanan tersebut, Kapal Laksamana Malahayati membawa dua tim medis yang terdiri dari dua dokter umum, tiga perawat, dua tenaga medis tambahan, satu bidan, serta staf pendukung lainnya. Dalam pelaksanaannya, tim juga akan berkolaborasi dengan dinas kesehatan setempat, puskesmas, rumah sakit, maupun BPJS Kesehatan guna memperluas jangkauan dan kualitas layanan," jelasnya.
Ia menambahkan, jenis layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, pemberian obat-obatan, vitamin, susu, serta makanan pendamping ASI untuk bayi usia 0–6 bulan. Mengingat kapal ini juga dilengkapi enam bed pasien, ruang pemeriksaan dan konsultasi, serta fasilitas untuk tindakan medis ringan dan operasi kecil.
"Kapal Laksamana Malahayati juga memiliki dua unit motor trail dan satu ambulans yang biasanya digunakan untuk menjangkau wilayah terpencil yang sulit diakses," ujarnya
Terkait Pulau Enggano yang merupakan wilayah terluar Provinsi Bengkulu, dr. Michelle menyebutkan bahwa rencana pelayanan masih akan didiskusikan lebih lanjut dengan DPP, namun peluang untuk menjangkau wilayah tersebut tetap terbuka.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu, Ihsan Fajri, didampingi Bendahara DPD PDIP Provinsi Bengkulu Sonti Bakara serta pengurys partainya yang lain menyampaikan, apresiasi atas kehadiran Kapal Laksamana Malahayati di Bengkulu. Ia menilai misi kemanusiaan ini sangat membantu masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses layanan kesehatan.
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan kemanusiaan Kapal Laksamana Malahayati. Ini sejalan dengan semangat gotong royong dan keberpihakan kepada rakyat kecil, terutama masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan,” kata Ihsan Fajri.
Lebih lanjut dia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak daerah di Provinsi Bengkulu, termasuk wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
"Kami bersama tim siap memberikan pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat Bengkulu. Kita targetkan minimal tiga ribu warga bisa memanfaatkan pelayanan ini," demikian tutup Ihsan Fajri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....