Kasus HIV Di Bengkulu Selatan Bertambah
- 08 Feb 2026 14:17 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu Selatan - Penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Bengkulu Selatan pada tahun 2025 alami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2024. Pada tahun 2024 terdapat 30 kasus, sementara di tahun 2025 terdapat 38.
Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Bengkulu Selatan, Didi Ruslan mengatakan kasus HIV mengatakan mayoritas pasien diketahui positif HIV setelah berobat ke fasilitas kesehatan karena keluhan tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak kasus yang tidak terdeteksi sejak awal.
"Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bengkulu Selatan ini saat ini sudah mencapai 38 kasus. Jumlah tersebut alami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2024," katanya
Menyikapi hal tersebut Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan berencana akan memperkuat langkah identifikasi dan skiring dini khususnya pada kelompok masyarakat beresiko. Fokus utama akan diarahkan pada pemeriksaan ibu hamil untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi, pemeriksaan juga dilakukan terhadap calon pengantin, hingga pasien tuberkulosis (TBC).
"Jadi pada tahun ini kami akan lebih meningkatkan lagi skrining dini khususnya pada kelompok masyarakat beresiko," ucapnya.
Langkah skrining dini ini dinilai akan sangat membantu pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan untuk mendapatkan data orang-orang yang mengidap penyakit HIV. Jika para pengidap penyakit HIV dapat terdata semua, pasien-pasien HIV akan mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat dan secara otomatis akan memutus mata rantai penyebaran virus HIV.
| Baca juga: Usaha Meubel di Bengkulu Selatan Terbakar |
"Kalau bisa kita data semua pengidap penyakit HIV ini, mereka akan dapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat. Nah ini secara otomatis akan mengurangi penyebaran virus HIV," ujarnya.
Sampai saat ini, HIV memang belum bisa disembuhkan sepenuhnya. Tidak ada terapi atau obat yang benar-benar dapat membersihkan virus HIV dari tubuh.
Virus ini mampu bersembunyi di dalam sel-sel tertentu, sehingga tidak terjangkau oleh obat maupun sistem imun. Itulah sebabnya, pengidap HIV tetap perlu menjalani pengobatan seumur hidup.
"Kami imbau kepada masyarakt untuk selalu waspada terhadap penyakit HIV. Salah satunya dengan menjauhi pergaulan bebas," tutur Didi Ruslan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....