Mahasiswi ADIK UNIB Asal Papua Meninggal, Jenazah Dipulangkan
- 03 Feb 2026 19:52 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unib sekaligus peserta Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADiK) asal Papua, Orlina Renata Klouw, meninggal dunia pada Minggu sore (1/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di rumah kostnya yang berlokasi di Kelurahan Jalan Gedang, Kota Bengkulu. Suasana duka menyelimuti keluarga besar Unib, khususnya teman sejawat mendiang dan Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA).
Hari ini, 3 Februari 2016, usai pengurusan administrasi dan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu, jenazah dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Warbo, Kecamatan Sunook, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, melalui jalur udara. Pemulangan dilakukan pada di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu.
Prosesi pemulangan jenazah dilakukan secara langsung oleh Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, dan manajemen selingkung Unib. Serta puluhan mahasiswa asal Papua.
Tim Pengantar Jenazah yang dikoordinir oleh Kepala Bagian Kemahasiswaan Unib, Andi Yudi Prayoga, untuk selanjutnya diserahkan kepada Pendeta Aprian Sorry Marbun guna didoakan sesuai dengan agama dan kepercayaan almarhumah. Orlina Renata Klouw dikenal sebagai pribadi yang baik, cerdas, periang, dan mudah bergaul.
Ketua IMAPA Unib, Otis Hendrikson, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhumah. Sekaligus terimakasih karena telah menerima Orlina sebagai mahasiswa.
“Kami merasa sangat kehilangan karena almarhumah adalah pribadi yang periang dan bersahabat. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendoakan kepergiannya,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Orlina Renata Klouw. Kepada Tim Pengantar Jenazah, Rektor berpesan agar menyampaikan salam duka dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) serta seluruh keluarga besar Universitas Bengkulu kepada pihak keluarga almarhumah di Papua.
Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa meninggalnya almarhumah disebabkan oleh kondisi kesehatan yang dialaminya. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh mahasiswa agar tidak mengabaikan kesehatan selama menjalani perkuliahan.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya adik-adik mahasiswa, agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan. Jika merasakan gejala sakit atau gangguan kesehatan, segera memeriksakan diri ke Klinik Unib, baik di kampus utama maupun Kampus Padang Harapan, atau fasilitas kesehatan lainnya di Kota Bengkulu. Semoga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” ucap Prof. Indra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....