Densus 88 Cegah Radikalisme di Pendidikan Bengkulu

  • 27 Jan 2026 13:20 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Densus 88 Antiteror Polri melalui IPDA Albert Sunaryo menggelar sosialisasi pencegahan paham radikalisme dan terorisme pada Selasa pagi. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang 1 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu.

Sosialisasi tersebut diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Rainer Atu, seluruh kepala bidang di lingkungan Dikbud Bengkulu, kepala UPTD, serta seluruh kepala satuan pendidikan se-Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kewaspadaan di sektor pendidikan.

Dalam pemaparannya, IPDA Albert Sunaryo menjelaskan berbagai bentuk penyaluran paham radikalisme yang berkembang di era digital. Ia juga menguraikan dampak buruk yang dapat terjadi apabila ideologi tersebut tidak dicegah sejak dini.

Albert menyampaikan bahwa Provinsi Bengkulu termasuk dalam kategori provinsi yang bersih dari paham radikalisme di wilayah Sumatera. Meski demikian, pengawasan tetap diperlukan karena anak-anak sangat rentan terpapar ideologi radikal.

Menurutnya, tanpa pengawasan yang ketat, anak-anak dapat dengan mudah terpengaruh dan berpotensi melakukan tindakan menyimpang seperti kekerasan. Oleh karena itu, pengenalan dan pemahaman terkait bahaya radikalisme dinilai penting diberikan sejak usia dini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Rainer Atu menyatakan pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut untuk menyusun program pencegahan yang berkelanjutan. Program tersebut diharapkan mampu menekan potensi masuknya paham radikalisme di lingkungan pendidikan.

Selain menyasar guru dan pengawas sekolah, Dikbud Bengkulu juga berencana melibatkan orang tua siswa dalam penyebaran informasi. Langkah ini diharapkan dapat mencegah penyebaran paham radikalisme dan menciptakan rasa aman bagi generasi bangsa di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....