Harga Daging Ayam Potong Tak Kunjung Turun
- 27 Jan 2026 06:24 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bintuhan - Harga daging ayam potong di Kabupaten Kaur hingga saat ini belum alami penuruan harga. Dimana harga daging ayam potong ini tak kunjung turun sejak jelang natal 2025
Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Rakyat Inpres Bintuhan Riko mengatakan 1 kilogram daging ayam potong masih dibandrol Rp. 45.000,- per kilogram. Harga ini dinilai tergolong tinggi.
"Daging ayam potong masih sama seperti kemaren-kemaren, masih Rp.45.000,- per kilogramnya," ungkapnya.
| Baca juga: Harga Telur Ayam di Bengkulu Berangsur Turun |
Riko menyebut penyebab masih tingginya harga daging ayam potong ini ialah pasokannya yang kurang. Selain itu banyaknya pesanan dari dapur MBG juga menjadi faktor tingginya harga daging ayam potong ini.
"Faktornya itu karena stoknya yang dikit, selain itu saat ini distributor itu banyak terima pesanan dari dapur MBG," jelasnya.
Meski harga daging ayam potong masih mahal, antusias konsumen untuk membeli masih masih cukup tinggi. Hanya saja kebanyakan dari konsumen mengurangi jumlah pembeliannya.
| Baca juga: Harga Bawang Merah di Bintuhan Rp60.000/kg |
"Kalau yang beli tidak ada alami pengurangan ya masih seperti biasanya, hanya saja konsumen itu kalau biasanya beli 1 kilogram jadinya hanya beli setengah kilogram," jelasnya
Sementara itu Fitriyanti salah seorang warga Desa Selasih yang kerap berbelanja kebutuhan bahan pokok di Pasar Rakyat Inpres Bintuhan mengeluhkan tingginya harga daging ayam potong ini. Menurutnya kondisi seperti ini tidak pernah terjadi.
Biasanya jika harga daging ayam potong melonjak hanya terjadi dalam 1 pekan atau 2 pekan saja. Namun kini justru sudah hampir 2 bulan harga daging ayam potong tidak kunjung turun.
"Biasnya kalau lagi mahal itu paling lama 2 minggu saja, terus turun lagi. Nah sekarang ini sudah nau 2 bulan harganya tidak turun-turun," jelas Fitriyanti.
Fitriyanti berharap harga daging ayam potong dan kebutuhan pokok lainnya yang saat ini masih alami kenaikan harga dapat segera turun. Sehingga masyarakat tidak kewalahan untuk memenuhi kebutuhan pokok harian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....