Wabah Penyakit Ancam Peternakan Bengkulu
- 24 Jan 2026 20:55 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Sepanjang tahun 2025, sektor peternakan di Provinsi Bengkulu menghadapi ancaman serius akibat penyakit hewan menular. Kondisi ini berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha dan pendapatan para peternak.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu mencatat sedikitnya 3.600 kasus penyakit ternak terjadi selama tahun 2025. Angka tersebut menunjukkan tingginya risiko wabah yang menyerang hewan ternak di daerah ini.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita, mengatakan kasus penyakit ternak tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, tingginya angka penyakit berdampak pada produktivitas ternak dan stabilitas ekonomi peternak.
Beberapa penyakit utama yang menyerang ternak di Bengkulu antara lain Septicaemia Epizootica atau sapi ngorok, Jembrana, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta Lumpy Skin Disease (LSD). Penyakit-penyakit tersebut menyebar di berbagai kabupaten dan kota.
Data menunjukkan, dari total 3.600 kasus, sebanyak 948 kasus terjadi pada triwulan kedua tahun 2025. Kondisi ini menjadikan semester pertama sebagai periode paling rawan terjadinya wabah penyakit ternak.
Memasuki semester kedua, jumlah kasus penyakit ternak mulai menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Penurunan ini dipengaruhi oleh program vaksinasi massal dan vaksinasi gratis yang dilaksanakan pemerintah provinsi.
Meski demikian, dari ribuan kasus yang terjadi, tercatat 323 ekor hewan ternak mati dan dipotong paksa. Pemerintah berharap pengalaman sepanjang 2025 menjadi pembelajaran penting bagi peternak untuk memperkuat kewaspadaan dini terhadap penyakit hewan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....