Dewi Coryati bersama Kemenkebud-RI Gelar Literasi Sejarah Bengkulu
- 14 Nov 2025 15:34 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu — Kementerian Kebudayaan RI bersama Komisi X DPR RI menggelar Literasi Sejarah Indonesia di Aula Balai Bahasa Perwakilan Provinsi Bengkulu, Jumat (14/11/2025).
Kegiatan dengan tujuan untuk menghidupkan kembali kejayaan peradaban Bengkulu ini dihadiri Anggota Komisi X DPR RI Hj. Dr. drh. Dewi Coryati, M.Si., Kepala Balai Bahasa Bengkulu Andriana Yohan, Kepala BPK Wilayah VII Bengkulu–Lampung Iskandar Mulya Siregar, Kepala Subdirektorat Pelestarian Sejarah Kemenkebud RI, Agus Hermanto, perwakilan dinas teknis, serta peserta merupakan puluhan guru dari wilayah Kabupaten dan Kota se Ptovinsi Bengkulu. Hadir pula dua narasumber, Hendriansyah dan Agus Hermanto, serta Egi Candra sebagai moderator.
Dalam sambutannya, Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati menegaskan bahwa literasi sejarah Bengkulu merupakan bentuk komitmen nyata dalam melestarikan warisan budaya Nusantara.
Ia menekankan bahwa sejarah Bengkulu tak hanya tentang kolonialisme, Benteng Marlborough, atau kisah Bung Karno dan Fatmawati, tetapi jauh lebih tua—berakar pada peradaban Melayu, kerajaan-kerajaan lokal, dan pertemuan nilai-nilai dunia yang berlangsung berabad-abad.
"Masih banyak kisah kerajaan di Bengkulu yang belum terdokumentasi dan hanya hidup dalam tuturan lisan. Padahal, warisan sejarah tersebut tak hanya berupa peninggalan fisik, tetapi juga nilai luhur seperti kesantunan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap sesama yang hingga kini menjadi identitas masyarakat Bengkulu," ujarnya.
Dewi menegaskan tiga langkah penting: mengenalkan kembali sejarah kerajaan-kerajaan Bengkulu, mendorong penelitian berbasis bukti, serta memastikan nilai-nilai sejarah diwariskan secara benar kepada generasi muda.
“Sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi cermin untuk melangkah menuju masa depan. Lalu juga kegiatan ini untuk membuka wawasan para pendidik agar dapat menempatkan Kerajaan Bengkulu sebagai bagian utama historiografi daerah dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarahnya sendiri," terang politisi perempuan PAN yang juga Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu ini.

Foto bersama.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pelestarian Sejarah Kemenkebud RI, Agus Hermanto, mengapresiasi kepedulian Dewi Coryati terhadap pelestarian sejarah di tengah derasnya arus teknologi instan.
Dia menegaskan pentingnya memanfaatkan kemajuan digital untuk mencari informasi yang benar dan menumbuhkan nalar historis pada peserta didik.
“Kemudahan teknologi harus membuat kita semakin cerdas, bukan semakin jauh dari sejarah,” tegas Agus.
Lebih lanjut dia berharap melalui penguatan literasi sejarah bagi para guru, minat baca dan pemahaman historis siswa dapat berkembang lebih baik.
"Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali identitas budaya Bengkulu sebagai bagian berharga dari peradaban Nusantara," demikian tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....