Mini Soccer Bukan Sekadar Tren Musiman

  • 03 Nov 2025 10:47 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Fenomena mini soccer menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup anak muda hari ini tidak selalu negatif dan hedon. Ada kecenderungan eksplorasi aktivitas yang sehat, kolektif, sekaligus tetap relevan dengan dinamika sosial digital.

Olahraga ini bisa sangat mungkin bertahan lama. Selama ruang bermain tersedia, selama komunitasnya tumbuh, dan selama bermain sepak bola tetap menyenangkan tren ini akan terus hidup.

Dan bila dikembangkan secara serius, mini soccer bukan hanya menjadi tren FOMO, tetapi dapat menjadi kultur sport kota kultur bergerak bersama, bertemu, bertanding, tertawa, dan pulang dalam kondisi lebih sehat. Untuk Kota Bengkulu, inilah momentum memperkuat citra kota sebagai kota dengan semangat sportive lifestyle anak muda.

Salah seorang penggiat mini soccer di Bengkulu, Dwinka Kurniawan, mengakui dirinya dulu tidak terlalu menyukai aktivitas olahraga yang memaksa tenaga besar. Tapi dalam setahun terakhir ia rutin bermain mini soccer, ia mengaku, alasan pertamanya hanya ingin coba-coba dengan teman kerja. Namun lama-lama berubah menjadi kebutuhan.

“Sekarang sudah rutin. Selain untuk olahraga, sekalian jadi ajang silaturahmi dengan teman kantor dan kolega,” ujar Dwinka.

Masuknya elemen dokumentasi juga membuat daya tarik mini soccer meningkat. Hampir setiap lapangan mini soccer hari ini menyediakan photographer atau videographer yang standby, hasil foto-foto laga kemudian dibagikan di media sosial, diposting di Instagram dan TikTok, atau jadi konten story dan Reels.

Pada akhirnya, di tengah derasnya arus hiburan pasif di dunia digital. Minisoceer membuktikan bahwa olahraga bisa kembali menjadi aktivitas sosial yang seru, positif, dan membangun banyak hal mulai dari kesehatan, jejaring pertemanan, sampai geliat ekonomi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....