Dewi Coryati Dorong Guru Bangun Budaya Numerasi Sekolah

  • 25 Okt 2025 11:10 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, bekerja sama dengan Komisi X DPR RI, menggelar Workshop Pendidikan bertema “Membangun Budaya Numerasi di Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran” di salah satu hotel di pusat Kota Bengkulu, Sabtu (25/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung atraktif dan inspiratif ini dihadiri oleh Anggota Komisi X DPR RI, drh. Hj. Dewi Coryati, M.Si, bersama para guru, akademisi, dan praktisi pendidikan. Sementara itu, Prof. Sudarwan Danim turut hadir sebagai narasumber utama dan juga dari Kementrian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dalam sambutannya, Dewi Coryati menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Pendidikan yang terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan kapasitas guru. Ia menekankan bahwa numerasi bukan sekadar kemampuan berhitung, tetapi kemampuan memahami, menafsirkan, dan menggunakan data serta angka dalam pengambilan keputusan sehari-hari.

"Membangun budaya numerasi di sekolah bukan berarti menambah jam pelajaran matematika, tetapi menanamkan cara berpikir logis dan kritis agar siswa mampu menggunakan pengetahuan angka dalam konteks kehidupan nyata,” ujar Dewi.

Dewi juga menegaskan pentingnya peran guru sebagai penggerak budaya belajar, bukan sekadar pengajar di kelas. Menurutnya, numerasi dapat diintegrasikan dalam semua mata pelajaran — mulai dari IPS, IPA, hingga Bahasa Indonesia — untuk melatih kemampuan berpikir analitis dan rasional peserta didik.

"Menjadi tugas bersama untuk menjadikan sekolah sebagai ekosistem yang ramah numerasi, di mana siswa merasa tertantang dan gembira saat berpikir logis dan menalar,” tambahnya.

Foto bersama.

Sebagai Anggota Komisi X DPR RI, Dewi menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan kebijakan pendidikan yang berpihak pada guru dan siswa. Ia juga mendorong agar program pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi guru menjangkau seluruh daerah, termasuk Kota Bengkulu.

Selain itu, Dewi berkomitmen memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru honorer dan tenaga kependidikan, sebab kualitas pembelajaran sangat bergantung pada kesejahteraan pendidik.

"Guru adalah cahaya bangsa. Tanpa guru, ilmu tak akan sampai, karakter tak akan terbentuk, dan masa depan tak akan bercahaya,” tegasnya.

Melalui workshop ini, Dewi berharap akan lahir guru-guru penggerak numerasi yang mampu menuntun siswa berpikir logis, kreatif, dan inovatif.

Ia optimistis, dengan sinergi antara guru, kepala sekolah, pemerintah daerah, dan Komisi X DPR RI, pendidikan di Bengkulu akan terus tumbuh menjadi lebih inklusif, bermutu, dan berkarakter.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....