Sinergi BI-Anggota DPR-Pemkab BU: Tanam Bawang Merah di Giri Mulya

  • 18 Mar 2023 16:26 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, BENGKULU: Sebagai upaya pengembangan klaster komoditas pangan dalam rangka mewujudkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bengkulu bersinergi dengan Anggota Komisi XI DPR RI, dan bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Bengkulu Utara melaksanakan Tanam Perdana Demplot Bawang Merah Berbasis Organik di Kecamatan Girimulya, Kabupaten Bengkulu Utara, Jumat (17/03).

Kegiatan pengembangan klaster ini sebagai salah satu bagian strategi dalam peningkatan produksi komoditas pangan, khususnya bawang merah, yang terus dilakukan di Provinsi Bengkulu dengan penerapan teknologi terkini. Dalam konteks pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah, peningkatan produksi bawang merah tersebut merupakan salah satu bagian strategi dari 4K, yaitu ketersediaan pasokan.

Pengembangan klaster bawang merah kali ini dilakukan pada kelompok Tani Sido Dadi dan Kelompok Wanita Tani Rejeki Mulya, Kecamatan Giri Mulya, Kabupaten Bengkulu Utara. Kedua kelompok tani tersebut akan mengikuti serangkaian pelatihan dalam implementasi program pertanian organik, sebagai bagian dari Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

“PSBI diberikan dalam bentuk pilot project penerapan teknologi program budidaya pertanian organik melalui demonstration plot pada komoditas bawang merah, yang juga merupakan salah satu komoditas penyebab inflasi. Hal ini diharapkan dapat membantu petani dalam mendorong peningkatan produktivitas lahan”, papar Darjana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu.

Pada kesempatan tersebut, Kuasa Barus, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Bengkulu Utara mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia Provinsi Bengkulu karena telah bersinergi bersama pemerintah daerah Kabupaten Bengkulu Utara dalam peningkatan produktivitas tanaman bawang merah.

Diharapkan dengan adanya program ini, petani dapat lebih sejahtera, dan sekaligus meningkatkan ketersediaan pasokan bawang merah di Provinsi Bengkulu. Pada kesempatan tanam perdana tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi Cinta Bangga Paham (CBP)Rupiah dan QRIS kepada masyarakat dan sebagai bentuk sinergi edukasi publik Bank Indonesia bersama

Anggota Komisi XI. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap karakteristik dan desain Rupiah, cara menjaga, merawat Rupiah secara tepat, serta sebagai upaya dalam memberantas kejahatan uang palsu.

Selain itu, masyarakat juga dikenalkan dengan pengembangan sistem pembayaran digital melalui pemanfaatan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) yaitu standarisasi pembayaran dengan metode QR Code sebagai salah satu alternatif pembayaran digital yang CEMUMUAH yaitu Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal.

Susi Marleny Bachsin, Anggota Komisi XI DPR RI, mengungkapkan bahwa penggunaan QRIS sangat diperlukan untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kemudahan dalam bertransaksi. Diharapkan masyarakat di Girimulya dapat memanfaatkan metode pembayaran QRIS pada berbagai aktivitas belanja.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....