Fenomena Gerak Semu Matahari Buat Bengkulu Lebih Panas
- 14 Okt 2025 11:06 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Fatmawati Soekarno Bengkulu menjelaskan penyebab cuaca panas yang belakangan dirasakan masyarakat. Prakirawan BMKG, Anjasman, mengatakan bahwa fenomena ini terjadi akibat gerak semu tahunan matahari yang saat ini melintas di sekitar garis khatulistiwa.
“Sejak pertengahan September hingga Oktober sekarang, matahari berada di dekat garis khatulistiwa, tepatnya pada rentang 21 September hingga 23 Oktober. Setelah itu, matahari bergerak perlahan ke selatan hingga Desember,” jelas Anjasman.
Menurutnya, dampak dari posisi matahari tersebut sangat terasa pada kondisi cuaca harian. Suhu udara menjadi lebih panas, tingkat kelembapan meningkat, serta malam hari terasa lebih gerah dari biasanya.
“Pengaruh yang kita rasakan pertama adalah panas yang cukup terik. Pada siang hari matahari lebih menyengat, sementara pada malam hari udara tetap terasa hangat dan lembap,” tambahnya.
Meski begitu, Anjasman menegaskan bahwa fenomena ini bukan berarti matahari berada lebih dekat ke bumi. “Ini murni karena posisi semu matahari yang berada di sekitar khatulistiwa, bukan karena jarak bumi dan matahari semakin dekat,” tegasnya.
BMKG memprakirakan kondisi panas ini akan berlangsung hingga akhir Oktober. Memasuki November, intensitas panas mulai menurun sebelum kembali terjadi pada Maret hingga April tahun depan sebagai bagian dari siklus tahunan gerak semu matahari.
“Suhu udara di Bengkulu saat ini dapat mencapai 34 hingga 35 derajat Celsius. Meski terasa menyengat, kondisi ini masih tergolong belum ekstrem,” ujar Anjasman.
Dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, mencukupi asupan cairan, serta menghindari aktivitas luar ruangan pada siang hari guna mengurangi risiko dehidrasi dan kelelahan akibat suhu panas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....