Tantangan Toke Karet Menghadapi Petani Curang

  • 02 Okt 2025 08:25 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Kualitas getah karet di Bengkulu saat ini tergolong sedang, tidak terlalu bagus namun juga tidak terlalu buruk. Meski demikian, masih ditemukan praktik curang dari sebagian petani yang mencampurkan getah dengan bahan lain untuk menambah berat timbangan.

Salah seorang toke karet, Yopi, mengungkapkan bahwa dampak paling terasa dari praktik ini adalah kerugian finansial. Pasalnya, getah yang dibeli tidak sebanding dengan kualitas aslinya.

“Ya, dampaknya otomatis mengakibatkan kerugian karena berat karet berkurang akibat dicampur air atau bahan lain. Misalnya, karet senilai Rp100 ribu bisa turun menjadi hanya Rp80 ribu hingga Rp75 ribu, sehingga para toke harus menanggung kerugian,” jelas Yopi.

Ia menambahkan, campuran bahan lain tidak hanya menurunkan harga, tetapi juga merusak mutu getah karet. Beberapa kali dirinya menemukan getah yang sengaja dicampur, sehingga membuat para pembeli harus ekstra hati-hati dalam menilai kualitas.

Untuk mengantisipasi kerugian, para toke biasanya melakukan survei langsung ke kebun petani guna melihat kondisi getah sadapan. Selain itu, mereka juga kerap membelah getah yang sudah dipanen agar lebih jelas dan valid dalam menilai mutunya.

Harapannya, praktik curang ini tidak lagi dilakukan agar kualitas getah karet tetap terjaga. Dengan begitu, harga jual bisa sesuai dengan mutu sebenarnya sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, baik petani maupun toke. Hubungan dagang pun tetap terjaga dengan baik. (Dellia).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....