Produksi Maggot BSF sebagai Pakan Alternatif Ramah Lingkungan
- 23 Agt 2025 21:30 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu : Balai Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bengkulu terus mengembangkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai sumber pakan alternatif untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mengurangi limbah organik. Kegiatan rutin budidaya dilakukan di Divisi Budidaya Maggot BSF BRMP Bengkulu, Jumat (22/8/2025), meliputi pemberian pakan harian, panen telur BSF, panen prepupa, dan panen maggot segar.
Maggot BSF (Hermetia illucens) semakin populer dalam beberapa tahun terakhir berkat potensinya sebagai agen pengurai limbah organik sekaligus sumber protein tinggi. Maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk unggas, ikan, bebek, burung kicau, maupun hewan ternak lainnya. Selain itu, hasil sampingan dari budidaya maggot juga dapat dijadikan pupuk organik.
Kepala BRMP Bengkulu, Shannora Yuliasari, menjelaskan bahwa budidaya maggot BSF ini bukan hanya berfokus pada penyediaan pakan ternak, tetapi juga memiliki nilai lingkungan yang sangat besar.
“Budidaya maggot BSF menjadi solusi ganda, di satu sisi mengurangi timbunan limbah organik, di sisi lain menghasilkan pakan alternatif kaya protein bagi ternak. Kami ingin masyarakat melihat bahwa maggot ini bukan sekadar larva, tetapi inovasi berkelanjutan yang ramah lingkungan dan ekonomis,” ujarnya.
Kelebihan maggot BSF antara lain mampu mengurangi volume limbah organik dengan cepat, menghasilkan produk bernilai tinggi, serta ramah lingkungan karena mengurangi ketergantungan pada pakan konvensional berbasis sumber daya alam terbatas. BRMP Bengkulu memanfaatkan limbah organik berupa ampas tahu dan roti bekas sebagai pakan maggot sejak menetas hingga siap panen pada usia dua minggu.
Dalam praktiknya, panen telur BSF dilakukan setiap dua hari sekali. Sementara panen maggot segar dilaksanakan setiap Senin dan Jumat untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak itik, dan panen prepupa dilakukan setiap minggu sesuai kebutuhan indukan lalat BSF.
Dengan inovasi ini, BRMP Bengkulu berharap budidaya maggot dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk pengelolaan limbah organik sekaligus mendukung ketersediaan pakan alternatif
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....