Ayam Geprek Jamaah Jadi Favorit Warga Telaga Dewa

  • 15 Agt 2025 07:26 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu : Di sudut Kelurahan Telaga Dewa 6, aroma gurih ayam goreng berpadu pedasnya sambal khas menyeruak, menggoda siapa saja yang lewat. Dari dapur rumah sederhananya, Ibu Jamaah telah berjualan ayam geprek sejak 2019, jauh sebelum pandemi COVID-19 melanda.

Usaha ini bermula tanpa perencanaan matang. “Awalnya ikut-ikutan saja, supaya ada tambahan penghasilan,” ujarnya, Selasa (12/8).

Dari sekadar coba-coba, ia menemukan keunikan rasa yang menjadi ciri khas lapaknya. Resep sambalnya ia dapatkan dari YouTube, lalu dimodifikasi sesuai selera. “Tak ada belajar khusus, cuma lihat di YouTube,” katanya. Percobaan demi percobaan akhirnya melahirkan racikan sambal yang pas di lidah pelanggan.

Menu ayam gepreknya dibanderol ramah di kantong. Satu porsi lengkap dengan nasi, dua terong goreng, dua tahu goreng, satu tempe goreng, dan sambal, hanya Rp10.000. Bagi yang memesan tanpa nasi, harganya lebih murah.

“Yang penting porsinya cukup bikin kenyang, apalagi bagi yang suka pedas,” tutur Ibu Jamaah.

Meski kini persaingan penjual ayam geprek semakin ramai, ia tidak merasa terancam. “Kuncinya cuma satu, jaga rasa,” ucapnya yakin. Penjualannya berada di tingkat “sedang” — tidak sepi, tetapi juga belum terlalu ramai.

“Yang penting ada pembeli setiap hari. Rezeki kan sudah diatur,” katanya sambil tersenyum.

Sela, salah satu pelanggan setia, mengaku sering kembali karena kualitas rasa yang konsisten. “Pedasnya pas, ayamnya garing di luar tapi lembut di dalam. Kalau makan di sini puas, apalagi porsinya worth it banget dengan harga segitu,” ujarnya.

Bagi warga Telaga Dewa 6, ayam geprek buatan Ibu Jamaah bukan sekadar menu makan siang, tetapi bagian dari keseharian. Dengan cita rasa khas, harga terjangkau, dan pelayanan hangat, warung kecil ini terus bertahan dan menjadi pilihan utama pencinta ayam pedas di kawasan tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....