Kerajinan Kerang, Limbah Laut Bernilai Jual Tinggi

  • 09 Agt 2025 16:51 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Di tengah riuh wisata Pantai Panjang Kota Bengkulu, Susilowati (44), warga Malabero Jalan Pariwisata, berhasil mengubah limbah laut menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi. Selama lima tahun terakhir, ia konsisten memanfaatkan cangkang kerang untuk menciptakan berbagai produk unik sekaligus mengajak masyarakat membudayakan pemanfaatan barang tak terpakai.

Bahan baku kerang sebagian ia kumpulkan sendiri di pesisir, sebagian lagi dibeli dari perajin lain. “Sebenarnya bisa bikin sendiri, tapi kadang waktunya tidak ada. Jadi kita berbagi rezeki, ada yang buat, kita yang jual,” ujarnya.

Produk yang dihasilkan cukup beragam, mulai dari tirai kerang seharga Rp200 ribu, kotak tisu Rp75 ribu, hiasan pintu Rp50 ribu, hingga hiasan lemari dengan harga Rp50 ribu–Rp200 ribu. Dahulu, penjualan juga dilakukan secara online, namun kini pembeli lebih banyak datang atau memesan langsung.

Mayoritas pelanggan berasal dari luar daerah, seperti Jambi, Lintang, Sulawesi, hingga Pulau Jawa, sedangkan pembeli lokal umumnya memanfaatkannya untuk hiasan kolam atau akuarium.

Meski usaha ini telah memberi manfaat ekonomi, Susilowati mengakui tantangan tetap ada, terutama ketika penjualan menurun. “Kalau lagi sepi, kadang sampai nggak pegang uang,” keluhnya.

Ia berharap ke depan usahanya semakin lancar dan dapat membantu orang lain. “Semoga rezekinya terus ada, supaya saya bisa menolong orang yang membutuhkan,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....