Pembuatan Detar Adat Bengkulu, Dewi Coryati: Upaya Pelestarian

  • 04 Jul 2025 20:38 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu : Dalam semangat pelestarian budaya lokal, Kementerian Kebudayaan RI berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI menggelar kegiatan "Semarak Budaya: Pelatihan Pembuatan Detar Adat" di Provinsi Bengkulu pada Jumat, (4/7/2025).

Kegiatan ini bertujuan mengangkat kembali songkok khas Bengkulu, yang dikenal sebagai detar atau destar, agar terus hidup dan menjadi identitas budaya masyarakat Bengkulu.

Pelatihan ini menghadirkan Ketua BMA Provinsi Bengkulu, S. Effendi, sebagai pemateri utama.

Ia menjelaskan teknik pembuatan detar dari bahan dasar sederhana seperti daun selembar, serta pentingnya menjaga pakem dan filosofi dalam setiap bentuknya. Peserta yang semula hanya 40 orang membludak menjadi 64 orang, mulai dari santri, pelajar, mahasiswa, hingga tokoh adat yang ingin menggali makna lebih dalam tentang songkok adat ini.

Senada Anggota Komisi X DPR RI, Dewi Coryati, menekankan bahwa detar merupakan warisan budaya tak benda yang unik dan tidak ditemukan di daerah lain.

“Detar adalah kekayaan khas Bengkulu. Harus kita jaga, lestarikan, dan wariskan ke anak cucu. Kita ingin ketika orang melihat detar, mereka langsung tahu: ini dari Bengkulu,” ujar Dewi.

Terlebih Wali Kota Bengkulu, Dedi Wahyudi, turut mendapat apresiasi karena telah memasarkan dan mempopulerkan detar jauh sebelum menjadi kepala daerah.

“Kita bersyukur, karena semangat pelestarian ini sudah dilakukan sejak awal oleh beliau,” tambah Dewi.

Dalam diskusi, muncul ide-ide lanjutan seperti membuat lokasi khusus penjualan detar, memasukkan pelatihan pembuatan detar dalam kurikulum sekolah, serta mendokumentasikan kegiatan ini dalam bentuk buku kecil agar tidak hilang ditelan zaman.

Selain detar, budaya kuliner Bengkulu juga dibahas. Dewi menyebut pentingnya promosi makanan khas seperti Bagar Hiu dan Pendap.

“Kalau orang tanya mau makan khas Bengkulu, kita masih bingung mau beli di mana. Ini PR besar kita untuk menyiapkan semuanya,” katanya.

Kegiatan ini dianggap sebagai langkah awal yang strategis untuk membumikan budaya Bengkulu, dari ujung Mukomuko hingga Kaur. Semua elemen masyarakat, baik pemerintah, tokoh adat, maupun masyarakat umum, diajak bersama-sama menjaga agar warisan ini tetap hidup dan dikenal dunia.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....