Rendang Lokan Mukomuko Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

  • 26 Jun 2025 19:44 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Mukomuko : Rendang lokan, kuliner khas Kabupaten Mukomuko berbahan dasar kerang air tawar (lokan) dari Sungai Mukomuko, kini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Usai mengantongi sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HAM RI, rendang lokan didorong menjadi ikon ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual daerah.

Sebagai tindak lanjut, tim teknis dari Kemenkumham RI melakukan kunjungan ke Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko pada Selasa (24/6/2025). Kunjungan ini bertujuan memperkuat kelembagaan pelaku usaha rendang lokan, dari hulu ke hilir.

Dalam pertemuan tersebut, Kemenkumham mendorong pembentukan kelompok usaha bersama (KUB) terintegrasi untuk mengawal standar produksi, pengolahan, dan pemasaran produk secara kolektif dan berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan strategi nasional pengembangan produk unggulan berbasis kekayaan intelektual komunal.

“Kita diminta segera membentuk kelompok mulai dari penyelam lokan, pengolah, hingga pemasar. Tujuannya agar proses produksi bisa terstandar, terkonsolidasi, dan punya daya saing tinggi,” ujar Kepala Dinas Perikanan Mukomuko, Eddy Aprianto, SP, M.Si.

Eddy menegaskan, penguatan kelembagaan bukan hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga menciptakan ekosistem UMKM kuliner lokal yang kuat. Sertifikat IG, menurutnya, bukan sekadar piagam, tapi bukti tanggung jawab daerah dalam menjaga kualitas dan reputasi produk.

“Rendang lokan kini punya perlindungan hukum nasional. Tapi itu berarti juga kita wajib menjaga kualitasnya — dari bahan baku, cara masak, hingga kemasan dan distribusi,” jelasnya.

Rendang lokan bukan sekadar kuliner biasa. Cita rasanya khas, lahir dari teknik memasak warisan leluhur, memanfaatkan rempah lokal dan bahan utama lokan yang hidup di sungai-sungai besar Mukomuko.

Selama ini, produk ini dipasarkan secara tradisional di pasar lokal dan antar kota. Namun dalam dua tahun terakhir, pelaku usaha mulai menjangkau pasar digital dan meraih pelanggan dari luar daerah.

“Beberapa pelaku usaha kini rutin mengirim pesanan ke Palembang, Padang, hingga Jakarta lewat pemesanan online. Respon pasarnya sangat positif,” tambah Eddy.

Penguatan kelembagaan akan membuka akses bantuan pemerintah, seperti pelatihan standar produksi, perizinan PIRT, sertifikasi halal, hingga pendanaan untuk kemasan dan pemasaran. Tahap awal yang dilakukan adalah pemetaan pelaku usaha rendang lokan aktif di Mukomuko. Targetnya, seluruh pelaku — dari penyelam, pengolah, hingga pedagang — tergabung dalam satu wadah koperasi atau KUB.

“Kami akan susun struktur resmi dan berkonsultasi lagi dengan Kemenkumham. Ini akan jadi bekal penting bagi pelaku usaha untuk mengakses pelatihan, permodalan, dan promosi nasional,” jelasnya.

Dengan dukungan penuh dari Pemkab Mukomuko, Kemenkumham, dan masyarakat, rendang lokan diharapkan tak hanya bertahan sebagai kuliner khas, tapi juga tumbuh menjadi produk unggulan nasional berbasis kearifan lokal dan berorientasi ekspor.

“Rendang lokan jangan hanya jadi oleh-oleh. Kita ingin ini jadi penggerak ekonomi baru berbasis kekayaan intelektual Mukomuko,” tutup Eddy.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....