Dewi Coryati Dorong Pelestarian Musik Dol Bengkulu
- 21 Jun 2025 12:16 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu : Kementerian Kebudayaan (Kemebud) Republik Indonesia (RI) bekerjasama dengan Komisi X DPR RI, khususnya melalui Anggota DPR RI Dapil Provinsi Bengkulu, Hj. Dr. Dewi Coryati, menggelar Semarak Budaya Festival Dol 1 di Aula Kampus STIA Bengkulu pada Sabtu, 21 Juni 2025.
Festival ini menghadirkan tujuh sanggar dol dari berbagai wilayah di Bengkulu, dan menjadi langkah konkret pelestarian alat musik tradisional khas daerah, yaitu dol. Acara ini turut menghadirkan narasumber akademisi sekaligus pemerhati Kebudayaan, Bambang Permadi, serta dihadiri langsung oleh Dewi Coryati dan Ketua STIA Bengkulu, Gustini.
Dalam sambutannya, Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati mengapresiasi pihak Kemendikbud atas terselenggaranya acara ini.
Dewi menekankan bahwa budaya dol merupakan ciri khas yang membedakan Bengkulu dari daerah lain.
"Semarak Festival ini saya inisiasi bersama Kemenbud agar masyarakat lebih memahami bahwa dol adalah musik asli Bengkulu. Musik dol bukan sekadar pertunjukan, tetapi memiliki nilai ritual yang mendalam," ujar Anggota DPR RI dari Fraksi PAN ini.
Ia juga menjelaskan bahwa dol merupakan hasil asimilasi budaya asing dengan lokal yang telah menyatu dalam identitas budaya Bengkulu. Bahkan, menurutnya, alat musik dol adalah salah satu dari hanya empat jenis serupa yang ada di dunia — salah satunya di Jepang, dan satu lagi ada di Indonesia, yakni di Bengkulu.
"Ini membuat kita bangga. Musik dol bukan lagi milik orang lain, melainkan milik kita. Maka penting menjaga keaslian ritme dan fungsinya agar tidak sembarangan dipertunjukkan di luar konteks budaya," tambah Dewi.

Foto : Anggota Komisi X DPR RI, khususnya melalui Anggota DPR RI Dapil Provinsi Bengkulu, Hj. Dr. Dewi Coryati, menggelar Semarak Budaya Festival Dol 1 di Aula Kampus STIA Bengkulu pada Sabtu, 21 Juni 2025 melakukan foto bersama.
Dalam acara tersebut juga dibahas pentingnya memahami dasar pukulan dol, seperti "mempadah", yang merupakan ketukan dasar musik dol dalam upacara adat.
Oleh karena itu politisi perempuan asal Bengkulu ini mengingatkan agar kreativitas dalam musik dol tetap memperhatikan nilai dan pakem budaya, agar tidak kehilangan identitas aslinya.
"Melalui Semarak Festival Dol diharapkan menjadi awal dari gerakan pelestarian yang lebih luas, termasuk rangkaian acara budaya berikutnya yang akan terus mengangkat tradisi Bengkulu ke tingkat nasional dan internasional," kata Dewi.
Lebih jauh, Dewi Coryati berharap musik dol tidak hanya dikenal di kawasan tertentu saja seperti Kota Lama dan Berkas, tetapi dapat menyebar ke seluruh Provinsi Bengkulu melalui pendidikan di sekolah-sekolah.
"Mari kita dorong bersama agar dol menjadi bagian dari pendidikan dan kebudayaan formal, supaya anak cucu kita nanti tahu, memahami, dan bangga akan warisan budaya ini," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....