Penataan Pasar Panorama, Progres Capai 40 Persen
- 01 Jun 2025 07:07 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Pemerintah Kota Bengkulu terus mengupayakan penataan kawasan Pasar Panorama demi menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib, nyaman, dan mengurangi kemacetan lalu lintas. Salah satu fokus utama dalam penataan ini adalah relokasi pedagang kaki lima (PKL) ilegal yang berjualan di sepanjang pinggir bangunan pasar.
Saat ini, progres penataan kawasan Pasar Panorama telah mencapai 40 persen dan akan terus dilanjutkan secara bertahap. Tujuan akhir dari penataan ini adalah agar para pedagang ilegal dapat berjualan di dalam area pasar yang telah disediakan, bukan di badan jalan.
"Kalau keseluruhan itu baru 40 persen, karena kita bekerja secara bertahap agar progresnya jelas," ujar Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagrin) Kota Bengkulu, Jasya Arif. Minggu (1/6/2025).
Jasya menambahkan bahwa setelah dilakukan sebagian penertiban, kemacetan di sekitar Pasar Panorama mulai berkurang secara signifikan. Jalan yang sebelumnya sempit karena dipenuhi lapak kini telah bertambah lima meter dan kembali difungsikan untuk lalu lintas kendaraan.
Sebagai langkah persuasif, pihak Pemkot telah mengeluarkan surat teguran serta memberikan batas waktu bagi para pedagang untuk membongkar sendiri bangunan dan lapak mereka. Namun jika imbauan ini tidak diindahkan dalam waktu yang telah ditentukan, maka penertiban akan dilakukan secara langsung oleh petugas gabungan dari Satpol-PP dan instansi terkait lainnya.
"Toleransi waktu sudah kita berikan, tinggal menunggu inisiatif pedagang untuk pindah. Kita harap tidak ada cara-cara yang keras dalam memindahkan pedagang ini," kata Jasya.
Pemkot Bengkulu mengimbau agar para pedagang dapat mematuhi peraturan yang berlaku demi mewujudkan pasar yang tertib, indah, dan nyaman untuk semua pihak—baik pedagang, pembeli, maupun pengguna jalan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Bengkulu dalam menata wajah kota sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perdagangan yang lebih sehat dan tertib ke depannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....