Balai Buntar Tidak Bisa Digunakan, Ini Rekomendasi Pemprov

  • 23 Mei 2025 15:20 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Bencana tidak bisa diprediksi kapan datangnya, ini juga yang menjadi keresahan keluarga pasangan mempelai Ayu dan Arif, Warga Gandaria Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu yang berencana melangsungkan resepsi pernikahannya pada Minggu, 25 Mei 2025 di Balai Buntar Kota bengkulu.

Gempa berkekuatan 6 magnitudo dengan pusat kejadian di 47 kilometer Barat Daya Bengkulu pada Jumat, (23/5) pukul 02:52 WIB menyebabkan kerusakan serius pada rumah warga di Kota Bengkulu juga fasilitas umum lainnya seperti Gedung Pertemuan Balai Buntar milik Pemerintah Provinsi Bengkulu yang menjadi tempat hajatan beberapa pasangan pengantin pada Sabtu dan Minggu ini.

"Sekarang ini kami dari keluarga pengantin bingung, karena pesta akan diselenggarakan pada Minggu (25/5) nanti tapi bangunan rusak seperti ini. Pesta harus terselenggara karena undangan sudah disebar," ujar Muklis, perwakilan pihak keluarga pasangan pengantin Ayu dan Arif.

Saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari pengelola gedung dalam hal ini Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi Bengkulu, apalagi dari hasil pemantauan yang dilakukan perwakilan pemerintah juga kepolisian dan TNI, bangunan itu tidak tidak direkomendasikan untuk digunakan karena berisiko dan membahayakan.

"Tadi dari Pemerintah Provinsi, dari Polsek dan Koramil sudah melakukan peninjauan gedung. Mereka tidak merekomendasikan acara dilaksanakan di gedung ini untuk menghindari risiko nanti kan banyak tamu yang hadir," ungkapnya sembari menyampaikan bahwa untuk persiapan resepsi pernikahan di tempat itu, pihaknya sudah menyewa gedung dengan biaya Rp10 juta rupiah ditambah Rp700ribu untuk membayar layanan kebersihan.

Menurut Muklis, pemerintah sempat menawarkan untuk membuat tenda-tenda di halaman gedung Balai Buntar. Ternyata untuk kebutuhan 1.500 undangan, pihak penyedia tenda tidak mampu merealiasikan dengan waktu singkat.

"Undangan kita 1.500 orang, tadi kita sudah menghubungi penyedia tenda. Mereka tidak mampu mendirikan tenda dengan jumlah yang banyak dan waktu yang singkat," jelasnya.

Sampai saat ini Muchlis mengatakan, pihaknya masih mengunggu solusi dari pemerintah provinsi Bengkulu mengingat hajatan tersebut tetap harus terselenggara sesuai undangan yang disebar.

Disisi lain, Kepala BPKD Provinsi Bengkulu, Haryadi menyatakan akibat gempa telah menyebabkan plafon gedung runtuh dan bagian pintu dan jendela kaca yang pecah.

"100 persen plafon rusak dan beberapa bagian kaca juga pecah. Sehubungan dengan kerusakan itu jadi kita tidak merekomendasikan pemanfaatan gedung ini dalam waktu dekat," ujarnya terkait kondisi gedung yang belum layak pakai karena rusak.

Sementara untuk pesta pada Sabtu besok dan Minggu lusa, menurut Haryadi pihak keluarga mempelai sudah sepakat untuk membuat tenda di bagian luar gedung.

Haryadi juga mengatakan, pemerintah Provinsi Bengkulu juga akan membuat perencanaan untuk segera melakukan perbaikan gedung pada masa yang akan datang. (Lns)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....