Mengenal Tradisi Kedurei Agung, Adat Rejang

  • 22 Mei 2025 14:39 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Tradisi Kedurei Agung merupakan salah istiadat yang berlaku di kawasan Rejang Lebong. Setiap tahun, ketika ulang tahun kota Curup, Kedurei Agung biasa dilaksanakan di rumah dinas Bupati atau tempat yang ditentukan.

Kedurei Agung berarti hajatan besar. Pada momen itu hasil bumi warga yang dikumpulkan, makanan dan minuman yang dibuat akan dinikmati bersama sebagai simbol rasa bersyukur.

Dikutip dari panduan wisata dinas Pariwisata Rejang Lebong, pelaksanaan tradisi ini terdiri dari dua tahap, mulai dari persiapan melibatkan musyawarah dan gotong royong masyarakat untuk mempersiapkan segala kebutuhan acara. Selanjutnya, pelaksanaan tradisi berlangsung selama tiga hari.

Hari pertama disisi dengan ritual doa sudut, yaitu permohonan izin kepada leluhur Suku Rejang. Tetua adat Rejang akan berdoa secara khusuk agar pelaksanaan Kedurei Agung bisa lancar.

Hari kedua merupakan pelaksanaan upacara Kedurei Agung sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Sang Pencipta. Semua hasil bumi, makanan dan minuman ikut serta disajikan

Hari ketiga merupakan proses pacung tebeu atau potong tebu. Proses ini sebagai simbol bahwa segala niat baik telah dilaksanakan oleh masyarakat.

Tradisi Kedurei Agung tidak lepas dari unsur-unsur pendukung seperti kostum dan sesaji. Tak lupa juga disertai dengan tarian sakral Rejang, yakni tari Kejei.

Secara sosiologis, tradisi ini mengandung empat perangkat simbol yang memiliki kepercayaan masyarakat, dan pengetahuan serta pemahaman budaya. Sekaligus juga jalur ekspresi budaya masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....