Alat Tangkap Tradisonal Bubu Masih Dilestarikan

  • 20 Mar 2025 14:20 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Seluma: Di tengah maraknya penggunaan alat tangkap ikan modern, alat tangkap ikan tradisional seperti bubu tetap mempertahankan eksistensinya di berbagai wilayah di Bengkulu. Bubu adalah alat perangkap ikan yang biasanya terbuat dari bahan alami seperti bambu atau rotan, namun di beberapa tempat di kabupaten seluma, bubu juga ada yang terbuat dari bahan lain.

Selain bambu, juga dibuat dari "gegis", ialah lidi-lidi yang terdapat di pohon aren yang biasanya bercampur dengan ijuk. Sementara jugabadavyang terbuat dari resam, sejenis tumbuhan paku yang besar yang biasanya tumbuh di tepian jalan.

Keunikan alat ini terletak pada metode penangkapannya yang tidak menggunakan bahan kimia atau bahan berbahaya lainnya, sehingga menjaga kelestarian ekosistem laut ataupun sungai dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Ketika ikan masuk ke alat tangkap ini, tidak bisa keluar karena jalur keluar yang sempit dan runcing.

Saral, seorang warga di Seluma yang sudah membuat bubu selama kurang lebih 3 tahun, ia mengatakan selain untuk penangkapan sendiri, ia juga memasarkannya. "Sebagian tu untuk pakai sendiri, kalau dijual cuma 35 ribu," kata Saral (03/03/2025).

Di sisi lain, penggunaan bubu juga mendorong pelestarian budaya lokal di berbagai daerah, teknik pembuatan dan penggunaan bubu yang diwariskan dari generasi ke generasi. Meskipun bubu menjadi alat tangkap yang ramah lingkungan, tantangan yang dihadapi adalah minimnya perhatian terhadap alat tradisional ini.

Alat tangkap diletakkan di tempat yang biasa dilewatin ikan, kemudian ditinggalkan sekitar beberapa jam atau seharian, kemudian diperiksa apakah sudah ada ikan yang terperangkap. Tidak seperti memancing yang harus ditunggu berjam-jam. *af

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....