Sapu Ijuk Masih Bertahan

  • 26 Feb 2025 14:00 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Di tengah gempuran produk kebersihan modern, penjual sapu ijuk di Nengkulu tengah masih mempertahankan pembuatan sapu ijuk secara turun-temurun. Masih banyak toko yang menyediakan sapu ijuk buatan lokal warga Bengkulu.

Ijuk yang di dapatkan dari serat pohon aren atau enau digunakan untuk membuat sapu. Ijuk dipilih karena memiliki keunggulan, yaitu kuat, lentur, dan tahan lama.

Selain itu, penggunaan ijuk sebagai bahan baku sapu juga merupakan upaya untuk memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan. Selain dimanfaatin sebagai sapu juga dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti pembuatan sikat, hingga hiasan.

Proses pembuatan sapu ijuk dilakukan secara manual dan membutuhkan ketelitian serta keterampilan khusus. Mulanya, ijuk dipisahkan dari batangnya, kemudian diolah menjadi benang. Selanjutnya, benang-benang ijuk tersebut dianyam dan dibentuk menjadi berbagai model sapu, seperti sapu lantai hingga sapu langit-langit. Sapu ijuk terkenal dengan daya tahannya yang cukup kuat.

Reza, seorang penjual sapu ijuk, mengatakan bahwa bahan baku ijuk merupakan serat alami yang di dapat dari alam sehingga tidak mencemari lingkungan dan harga sapu ijuk di jual mulai dari Rp20.000 hingga Rp35.000 berbeda dengan sapu yang terbuat dari bahan sintetis yang sulit terurai. Namun, di era modern ini, masyarakat masih banyak yang memilih sapu berbahan sintetis.

"Omset penjualan kami menurun, masyarakat lebih banyak memilih untuk membeli sapu yang modern, sedangkan ijuk itu sebenarnya lebih awet, tradisional, praktis, dan lebih tebal. Sebagai penjual kami masih melestarikan sapu ijuk, jangan sampai musnah ditelan zaman," ujarnya.

Pedagang sapu ijuk berharap, semoga ke depannya banyak masyarakat yang menyadari akan keunggulan sapu ijuk dan memilihnya sebagai alat kebersihan sehari-hari, serta tetap melestarikannya. (Perina)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....