Sambiloto, Si Pahit Berkhasiat untuk Kesehatan

  • 24 Feb 2025 14:30 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Sebagian besar masyarakat Indonesia mengenalnya dengan Sambiloto, tanaman berkhasiat dengan rasa yang pahit yang biasanya diracik untuk jamu.

Secara ilmiah tanaman herbal ini disebut Andrographis paniculata, tanaman yang berasal dari negara-negara di Asia Selatan, seperti India dan Sri Lanka.

Umumnya penggunaan tanaman ini adalah bagian daun dan batang, yang kemudian ditumbuk dan diperas untuk mengambil sarinya. Atau dengan cara merebus dan meminum airnya.

Sambiloto dipercaya memiliki berbagai kandungan yang baik bagi kesehatan, seperti zat antibakteri, antioksidan, anti peradangan, hingga merangsang kekebalan imun tubuh.

Berikut berbagai manfaat sambiloto untuk kesehatan tubuh yang dilansir dari berbagai sumber:

1. Meringankan gejala flu

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sambiloto bermanfaat untuk meredakan gejala flu, seperti bersin-bersin, sakit tenggorokan, dan batuk pilek. Manfaat ini berasal dari kandungan zat yang bersifat antiradang, antibakteri, dan antivirus.

2. Memperkuat daya tahan tubuh

Sambiloto juga bermanfaat untuk meningkatkan kerja sistem imun tubuh. Tanaman herba ini dapat memperbaiki dan merangsang kinerja sel-sel darah putih, sehingga lebih efektif melawan berbagai kuman dan virus penyebab infeksi.

3. Meredakan peradangan

Peradangan merupakan gejala dari banyak penyakit kronis, seperti osteoarthritis dan reheumatoid arthritis. Saat mengalami peradangan, seseorang akan mengalami demam, nyeri, atau bengkak di bagian tubuh yang meradang.

Untuk mengurangi peradangan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, termasuk mengonsumsi obat herbal alami seperti sambiloto. Tanaman ini telah digunakan sejak lama untuk mengatasi gejala peradangan berkat kandungan zat antiradangnya.

4. Meredakan demam

Demam merupakan salah satu reaksi tubuh yang terjadi akibat peradangan. Kondisi ini biasanya terjadi ketika tubuh mengalami infeksi, misalnya karena bakteri atau virus.

Daun sambiloto merupakan salah satu obat pereda demam alami. Ini berkat efek antiradang, antibakteri, dan antivirus yang terdapat di dalam tumbuhan tersebut.

5. Menurunkan tekanan darah

Tanaman sambiloto yang dikonsumsi sebagai jamu atau suplemen juga dapat menurunkan tekanan darah, Tanaman ini dapat melebarkan pembuluh darah, sehingga aliran darah dan tekanan darah tetap stabil.

Namun, Anda perlu berhati-hati saat mengonsumsi sambiloto bila sedang menjalani pengobatan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Ini karena sambiloto bisa menimbulkan efek samping berupa penurunan tekanan darah secara drastis atau hipotensi.

6. Menurunkan kadar gula darah

Riset menyebutkan bahwa ekstrak sambiloto dapat menurunkan dan mengontrol kadar gula darah serta mendukung efektivitas pengobatan diabetes dengan metformin. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, sambiloto juga berpotensi menimbulkan efek samping berbahaya, yaitu hipoglikemia. Oleh karena itu, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan sambiloto sebagai obat herbal diabetes.

7. Menghambat pertumbuhan sel kanker

Beberapa riset di laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak sambiloto terlihat dapat menghambat dan mencegah pertumbuhan sel kanker. Meski demikian, belum ada riset yang dapat membuktikan efektivitas tanaman herba ini sebagai obat kanker yang ampuh.

Untuk memperoleh manfaat sambiloto, sebaiknya hindari mengonsumsi sambiloto secara berlebihan. Dosis yang dianjurkan bervariasi tergantung penyakit yang Anda alami.

Misalnya, untuk meredakan flu, konsumsi suplemen sambiloto 300 mg sebanyak 4 kali sehari. Sementara itu, untuk memperkuat daya tahan tubuh, konsumsilah 2 kali sehari dengan dosis 100 mg.

Jika dikonsumsi dengan dosis yang tepat, sambiloto tidak berbahaya. Namun, sambiloto tetap dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti diare, muntah, sakit kepala, kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan reaksi alergi.

Penggunaan sambiloto dalam jangka panjang atau dengan dosis yang terlalu tinggi juga berisiko menimbulkan efek samping berbahaya, seperti kerusakan hati.

Selain itu, tanaman ini juga tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui serta orang yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti tekanan darah rendah,penyakit autoimun atau kelainan darah.

Sambiloto juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersama obat-obatan karena bisa menimbulkan efek interaksi obat, contohnya paracetamol, obat diabetes, dan obat tekanan darah tinggi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....