Kain Tenun Delamak, Warisan Budaya Bengkulu yang Terlupakan

  • 05 Feb 2025 23:27 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu; Kain tenun Delamak merupakan salah satu warisan budaya masyarakat adat Rejang di Provinsi Bengkulu, khususnya di Kabupaten Rejang Lebong dan Lebong. Kain ini memiliki sejarah panjang dan nilai budaya yang tinggi, namun sayangnya kini terancam punah.

Kain Delamak diperkirakan sudah ada jauh sebelum agama Islam masuk ke Bengkulu. Bahan dasar pembuatan kain ini adalah benang kloi yang berasal dari tumbuhan menjalar. Proses pembuatan kain Delamak terbilang rumit dan membutuhkan ketelitian tinggi. Motif yang digunakan pada kain ini pun memiliki makna tersendiri, seperti motif garis pantai, pucuk rebung, siku keluang, perahu, dan manusia.

Sayangnya, tidak banyak generasi muda yang tertarik untuk mempelajari cara membuat kain Delamak. Hal ini menyebabkan semakin sedikitnya pengrajin tenun yang tersisa. Selain itu, kurangnya promosi dan pemasaran juga menjadi faktor penyebab kain Delamak semakin terlupakan.

Upaya Pelestarian Kain Delamak

Beberapa pihak mulai melakukan upaya untuk melestarikan kain Delamak. Salah satunya adalah dengan mengadakan pelatihan dan workshop pembuatan kain Delamak kepada generasi muda. Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan dapat memberikan dukungan dan memfasilitasi promosi kain Delamak agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Kain tenun Delamak adalah warisan budaya yang tak ternilai harganya. Oleh karena itu, perlu adanya upaya yang serius dan berkelanjutan untuk melestarikan kain ini agar tidak punah. Dengan melestarikan kain Delamak, kita turut melestarikan kekayaan budaya Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....