Waspadai Dampak Negatif Mengkonsumsi Seblak

  • 31 Jan 2025 09:48 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Kendati dipopulerkan di Bandung Jawa Barat, namun kuliner ini sudah merambah berbagai wilayah termasuk Sumatera. Makanan ini cukup digandrungi masyarakat khususnya kalangan muda, sehingga tidak jarang menu ini banyak dijumpai di tempat tongkrongan anak muda.

Bahkan salah seorang Anggota Boyband Indonesia, Smash yaitu Rafael Tan melalui akun tiktoknya kerap membagikan konten cara membuat jajanan khas sunda itu.

Tidak hanya di indonesia, seblak ini juga menarik perhatian para pecinta kuliner di luar negri. Banyak restoran indonesia di luar negri yang menjadikan seblak sebagai salah satu menu untuk mengenalkan kelezatan makanan khas indonesia.

Akses bahan yang mudah menjadi salah satu alasan makanan ini sangat mudah untuk dibuat. Rasanya yang pedas, manis dan gurih membuat kita ingin lagi dan lagi. Kombinasi rasanya yang khas membuatnya menjadi cemilan favorit untuk dinikmati bersama teman atau keluarga. Makanan ini sangat cocok saat cuaca dingin atau hujan.

Sayangnya, dibalik kelezatan dan rasanya yang khas, seblak ternyata menyimpan dampak negatif bagi kesehatan. Makanan populer yang menggoyang lidah dengan kelezatan ini dapat menimbulkan berbagai masalah bagi kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering.

Dalam seporsi seblak, kandungan nutrisi yang dominan pun hanya karbohidrat, dan tidak ada serat maupun protein yang seimbang. Sehingga bila dikonsumsi terlalu sering, seblak bisa menyebabkan masalah lambung yang serius seperti bisa menimbulkan diare, atau dalam jangka panjang, konsumsi sodium berlebih. Hal ini dapat memicu penyakit jantung.

Selain itu perlu kita ketahui juga bahwa seblak mengandung sedikit vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Yang paling menakutkan adalah kelebihan minyak pada seblak dapat dengan mudah menyebabkan peningkatan kolesterol.

Mengonsumsi seblak dengan level kepedasan yang terlalu tinggi dapat mengundang petaka jika dilakukan terus-menerus. Capsaicin, bahan aktif yang membuat cabai terasa pedas, bisa menyebabkan lapisan dalam organ pencernaan atau mukosa lambung dan usus mengalami inflamasi atau peradangan. Jika terus dikonsumsi dalam jumlah banyak, komponen ini bisa merusak organ pencernaan.

Capsaicin juga bisa menyebabkan terjadinya iritasi di usus kecil sehingga mempercepat proses pencernaan. Saat seharusnya ada penyerapan air di usus besar, hal ini tidak terjadi sehingga air tetap keluar bersama dengan sisa produk pencernaan atau feses.

Medical editor SehatQ, dr. Anandika Pawitri menjelaskan, bahaya makan seblak yang perlu lebih diwaspadai, selain radang usus buntu, adalah diare. Hal ini mungkin disebabkan oleh kelebihan natrium dan karbohidrat.

Bahan seblaknya antara lain cabai atau sambal dalam jumlah yang sangat banyak. Belum lagi garam, penyedap rasa, dan bumbu lainnya yang kandungan natriumnya bisa melebihi kecukupan harian yang dianjurkan. Kandungan nutrisinya terutama hanya karbohidrat dan tanpa serat atau protein seimbang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....