Sosiolog: Judi Online Harus Dihentikan Dari Diri Sendiri

  • 22 Nov 2024 10:03 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Judi online merupakan bentuk perubahan judi konvensional yang tersentuh dengan teknologi. Judi online akan sulit diberantas karena penyebarannya lebih luas, dan terlalu cepat.

Pakar sosiologi Universitas Bengkulu Dr. Panji Suminar mengatakan jika situs judi online sulit dihapus. Pasalnya sesaat setelah situs dihapus akan muncul situs baru dengan link yang baru.

Ia mengatakan jika penghapusan situs judi online tidak akan membuat kebiasaan masyarakat berjudi hilang. Keinginan untuk tidak berjudi harus timbul sebagai bentuk kesadaran pribadi.

"Kalau saya pribadi mengatakan sangat sulit judi kalau sudah berbasis online dibasmi. Hal itu karena perkembangan teknologi kian cepat dapat diadaptasi oleh pelaku dan pengemban situs judi," kata Panji.

Meskipun banyak narasumber atau bahkan mantan pelaku dan pembuat situs secara terang-terangan mengakui, jika hasil judi online adalah manipulasi. Siapa yang menang, jumlah kemenangan sudah diatur oleh operator judi online.

Hal serupa juga dengan menentukan siapa yang kalah dan berapa jumlah kekalahan yang akan diderita. Dari hal itu menunjukkan jika judi online hanya akan menimbulkan kerugian jangka panjang, dan kesenangan jangka pendek.

Panji menghimbau agar masyarakat tidak terjebak pad judi online. Hal itu karena tidak mungkin pelaku judi online bisa memperdaya operator, si pengelola situs judi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....