Hoaks Menjadi Tantangan Besar Media Pada Era Digital
- 22 Okt 2024 15:17 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Pada era digital yang semakin berkembang menjadi tantangan terbesar bagi pers yaitu maraknya penyebaran berita palsu atau sering disebut hoax. Fenomena tersebut sering menyebar dengan cepat di media sosial dan aplikasi pesan , menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat dan bahkan memicu ketegangan sosial.
Dwi Aji Budiman Salah seorang dosen Jurnalistik Universitas Bengkulu mengungkapkan perbedaan seorang jurnalis dalam lembaga pers yaitu verifikasi. Ia mengatakan seorang jurnalis tidak bisa mengambil data sembarangan yang berseliweran dimedia sosial dikarenakan harus ada verifikasi, salah satu bentuk verifikasi yaitu mendatangi lokasi, atau memintak konfirmasi.
"Dalam konteks menanggapi berita hoax memang perlu benteng didalam diri jurnalis karena terdapat uji komptensi yang bisa menyaring verifikasi data tersebut apakah hoax atau diciptakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Itula yang membedakan profesi jurnalis dan yang bukan, jadi kalau mereka melakukan verifikasi data, saya yakin apa yang ditulis oleh seorang jurnalis tersebut dapat dipercaya oleh masyarakat," ujar Dwi Aji, Selasa (22/10/2024).
Kemudian Ilham selaku mahasiswa Jurnalistik Universitas Bengkulu menyampaikan upaya untuk menimalisir berita hoax. Ia mengatakan hal itu bisa melalui penguatan etika jurnalistik dan peningkatan literasi digital pada masyarakat.
Pers diharapkan terus meningkatkan upaya melawan penyebaran hoax melalui penyajian berita yang faktual dan relavan. Serta mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam mengonsumsi informasi. (el)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....