"Broken Home" Tempatkan Anak Sebagai Korban
- 01 Okt 2024 08:55 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu : Keluarga yang kurang harmonis, biasanya muncul akibat sejumlah faktor, diantaranya perceraian orang tua, atau hubungan tidak baik antara org tua dan anak. Dalam kasus tersebut, anak biasanya cenderung menjadi korban.
Situasi tersebut berdampak buruk pada kondisi anak, mulai dari psikis,lingkungan sekitar serta berimplikasi pada kesejahteraan sosial secara keseluruhan. Hal tersebut dapat membuat presepsi buruk anak terhadap orang tuanya.
Febby selaku orang tua milenial mengatakan bahwa anak yang kurang perhatian biasanya akan sulit terbuka kepada orang tua dan rumah bukanlah menjadi tempat pulang yang nyaman. Hal tersebut menyebabkan anak menjadi tertutup dan bersikap seolah baik baik saja didepan orang tua, namun dibalik itu kondisi anak bisa jadi bertolak belakang di lingkungannya.
Cici selaku yang merasakan broken home mengatakan perceraian orang tua membuat ia kehilangan figur ayah dalam masa pertumbuhannya, kemudian hal itu merubah pandangannya terhadap pernikahan nantinya dikarenakan takut hubungannya berakhir sama seperti orang tuanya. "Kejadian ini jelas merubah pandangan saya terhadap pernikahan nantinya, sampai saya sempat berpikir utnuk tidak menikah saja karena takut berakhir menyedihkan," ucap Cici (1/10/24).
Sindy salah seorang mahasiswa Kesejahteraan Sosial Universitas Bengkulu mengungkapkan anak yang mengalami broken home akan lebih sulit mengolah emosinya secara teratur begitu pula dengan psikologis anak tersebut berbeda dengan psikologis anak yang orang tuanya lengkap. Ia mengharapkan ada tindaklanjut para konselor dalam membimbing anak broken home.
"Harapan saya untuk para konselor lebih membimbing anak tersebut memalui psikologi atau lingkungan yang mendukung mereka, serta untuk pihak keluarga lebih mengetahui atau teredukasi mengenai pernikahan dan setelah mempunyai anak karena hal ini akan berdampak dalam jangka panjang," ucap Sindy. Dengan perhatian serta tindakan yang tepat dapat mengurangi pengaruh negatif terhadap anak tersebut dan dapat menciptakan lingkungan lebih baik untuk mereka. (el)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....