Ketupat, Simbol Tradisi di Hari Raya Idulfitri

  • 20 Mar 2026 18:45 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Hari Raya Idulfitri di Indonesia tidak hanya identik dengan ibadah dan silaturahmi, tetapi juga dengan berbagai kuliner khas yang sarat makna. Salah satu yang paling melekat di tengah masyarakat adalah ketupat. Kehadirannya hampir selalu ada di setiap rumah saat Lebaran, menjadikannya ikon yang tidak terpisahkan dari perayaan hari kemenangan umat Muslim.

Ketupat terbuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa muda atau janur, kemudian dimasak hingga matang. Di balik bentuknya yang sederhana, ketupat menyimpan makna filosofis yang mendalam. Anyaman yang rumit melambangkan kesalahan manusia, sementara isi beras putih mencerminkan hati yang kembali suci setelah saling memaafkan.

Dalam penyajiannya, ketupat biasanya disantap bersama hidangan khas lainnya seperti opor ayam dan rendang. Perpaduan cita rasa gurih dari santan dan rempah-rempah membuat sajian ini menjadi favorit keluarga saat Lebaran. Hidangan ini juga kerap disajikan saat menerima tamu sebagai bentuk penghormatan dan kebersamaan.

Menariknya, proses pembuatan ketupat juga menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Banyak keluarga yang membuat ketupat bersama-sama, mulai dari menganyam janur hingga memasaknya. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan makanan, tetapi juga mempererat hubungan antar anggota keluarga.

Dengan segala nilai yang terkandung di dalamnya, ketupat bukan sekadar makanan pelengkap Lebaran. Ia menjadi simbol budaya yang mencerminkan kebersamaan, kesederhanaan, dan makna saling memaafkan. Tradisi ini pun terus dijaga agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....