Budaya Bukber di Indonesia: Sejak Kapan Tradisi Ini Muncul?
- 05 Mar 2026 19:30 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Setiap bulan Ramadan, masyarakat Indonesia akrab dengan istilah “bukber” atau buka puasa bersama. Tradisi ini biasanya dilakukan bersama keluarga, teman sekolah, rekan kerja, hingga komunitas tertentu. Restoran dan tempat makan pun sering dipadati orang yang ingin berkumpul sambil menunggu waktu berbuka. Namun, pernahkah terpikir sejak kapan budaya bukber ini mulai muncul?
Secara ajaran Islam, berbuka puasa bersama sebenarnya telah dikenal sejak masa awal Islam. Dalam berbagai hadis disebutkan bahwa memberi makan orang yang berpuasa memiliki pahala besar. Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan umatnya untuk saling berbagi makanan saat berbuka. Nilai kebersamaan dan berbagi inilah yang kemudian menjadi dasar munculnya tradisi berbuka bersama di berbagai komunitas Muslim.
Di Indonesia, tradisi berbuka puasa bersama mulai berkembang luas sekitar tahun 1980-an hingga 1990-an. Pada masa itu, budaya berkumpul di luar rumah untuk berbuka puasa mulai populer, terutama di kalangan pelajar, mahasiswa, dan pekerja di kota-kota besar. Restoran, rumah makan, dan hotel mulai menyediakan paket khusus berbuka puasa, yang kemudian semakin memperkuat kebiasaan ini di masyarakat.
Seiring perkembangan zaman, bukber tidak hanya menjadi kegiatan makan bersama. Tradisi ini juga menjadi momen mempererat silaturahmi. Banyak orang memanfaatkannya untuk bertemu kembali dengan teman lama, reuni sekolah, atau memperkuat hubungan kerja. Bahkan di beberapa instansi, kegiatan buka puasa bersama sering diisi dengan tausiyah atau kegiatan sosial.
Pengamat budaya juga melihat bukber sebagai bentuk adaptasi tradisi keagamaan dengan budaya sosial masyarakat Indonesia yang sangat menjunjung tinggi kebersamaan. Dalam masyarakat yang komunal seperti Indonesia, makan bersama menjadi simbol keakraban dan persaudaraan. Karena itu, berbuka puasa bersama terasa lebih bermakna ketika dilakukan secara kolektif.
Meski begitu, sejumlah ulama juga mengingatkan agar tradisi bukber tetap menjaga nilai kesederhanaan. Ramadan pada dasarnya adalah waktu untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak sedekah, dan menumbuhkan empati terhadap sesama. Oleh karena itu, buka puasa bersama sebaiknya tidak berubah menjadi ajang berlebihan atau sekadar gaya hidup.
Pada akhirnya, budaya bukber di Indonesia merupakan perpaduan antara nilai ajaran Islam dan budaya sosial masyarakat yang gemar berkumpul. Tradisi ini terus berkembang dari waktu ke waktu, tetapi esensinya tetap sama, yaitu mempererat silaturahmi, berbagi kebahagiaan, dan merayakan kebersamaan di bulan suci Ramadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....