Penjual Petasan dan Kembang Api Keluhkan Menurutnya Omzet
- 01 Mar 2026 06:10 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Bulan suci Ramadan selama ini identik dengan berbagai tradisi yang hidup di tengah masyarakat, salah satunya adalah bunyi petasan yang sering terdengar menjelang waktu berbuka puasa hingga malam hari. Petasan sering dianggap sebagai hiburan musiman, khususnya bagi anak-anak dan remaja, yang turut memeriahkan suasana ramadan.
Namun, suasana tersebut tampaknya sudah kurang dirasakan oleh para pedagang petasan, tepatnya pedagang petasan di pasar Panorama Kota Bengkulu. Sejumlah pedagang mengaku penjualan petasan pada ramadan tahun ini mengalami penurunan, lapak yang biasanya ramai pembeli kini terlihat sepi, bahkan dalam sehari hanya beberapa bungkus petasan yang terjual.
Salah satu pedagang petasan, Andriani mengatakan bahwa, pada tahun ini penjualannya di bulan Ramadan sedang menurun dibandingkan saat tahun baru. Jika sebelumnya mampu menjual puluhan bungkus per hari, kini penjualan hanya berkisar 10 hingga 15 bungkus saja.
"Kalau untuk sekarang, penjualan berkurang dibandingkan saat tahun baru, padahal sedang bulan ramadan tetapi tidak seperti ramadan sebelumya. Biasanya kalau Ramadan bisa habis puluhan bungkus sehari, sekarang paling belasan saja sudah bersyukur" Ujarnya.
Adapun harga petasan yang dijual bervariasi, mulai dari Rp5 ribu hingga Rp25 ribu untuk petasan kecil, sementara petasan berukuran lebih besar dijual dengan kisaran harga Rp30 ribu hingga Rp100 ribu per paket. Meski harganya relatif terjangkau, minat masyarakat tetap rendah.
Selain faktor minat pembeli, sepinya penjualan juga dipengaruhi oleh adanya larangan bermain petasan yang disampaikan oleh pemerintah. Sementara itu penjualan petasan, terutama yang mengandung ledakan besar, tidak lagi diperbolehkan karena dinilai berbahaya dan berpotensi mengganggu ketertiban umum serta kekhusyukan ibadah selama Ramadan.
Larangan tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa. Dengan kondisi ini, para pedagang berharap adanya perhatian dan solusi dari pemerintah, agar mereka tetap bisa menjalankan usaha alternatif selama Ramadan tanpa melanggar aturan yang berlaku. Reyhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....