Mokel, Istilah Gaul saat Puasa
- 25 Feb 2026 12:37 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Setiap Ramadan, percakapan di media sosial terasa berbeda dari bulan-bulan lainnya. Selain konten religi dan menu berbuka, muncul juga istilah-istilah unik yang cepat viral. Salah satu yang sering terdengar adalah “mokel”.
Di kalangan anak muda, mokel digunakan untuk menyebut seseorang yang membatalkan puasa sebelum waktu berbuka tiba. Biasanya kata ini diucapkan dengan nada bercanda, seolah menjadi kode rahasia yang hanya dipahami sesama teman. Meski terdengar ringan, maknanya tetap berkaitan dengan praktik ibadah yang serius.
Menariknya, istilah ini tidak tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sehingga tergolong bahasa gaul, bukan bahasa baku. Kemunculannya lebih banyak ditelusuri dari percakapan lisan dan budaya pergaulan. Dari sana, kata ini menyebar luas melalui media sosial dan percakapan digital.
Dalam konteks agama, aturan tentang puasa Ramadan sebenarnya sudah dijelaskan secara rinci dalam literatur fikih dan panduan resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Hal-hal yang membatalkan puasa pun telah diatur dengan jelas. Istilah mokel hanyalah label populer untuk menyebut tindakan tersebut dalam bahasa sehari-hari.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana bahasa terus berkembang mengikuti zaman. Kajian sosiolinguistik menyebutkan bahwa variasi bahasa remaja sering muncul sebagai bentuk ekspresi identitas dan solidaritas kelompok. Mokel menjadi contoh sederhana bagaimana satu kata bisa merepresentasikan pengalaman bersama di bulan Ramadan.
Di sisi lain, respons terhadap istilah ini cukup beragam. Ada yang menganggapnya sekadar candaan khas Ramadan, ada pula yang melihatnya sebagai pengingat untuk lebih menjaga komitmen berpuasa. Perbedaan sudut pandang ini membuat diskusi tentang mokel tetap relevan setiap tahun.
Pada akhirnya, memahami arti mokel bukan sekadar mengetahui definisinya. Kita juga diajak melihat bagaimana bahasa, budaya digital, dan praktik keagamaan saling berinteraksi. Dengan memahami konteksnya secara utuh, istilah ini bisa disikapi dengan lebih dewasa tanpa perlu kehilangan sisi hangatnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....