Beberapa Rekor jelang Final Piala Dunia 2026
- 19 Jul 2026 18:16 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Final Piala Dunia FIFA 2026 akan mempertemukan Argentina dan Spanyol dalam laga yang tidak hanya menentukan juara dunia, tetapi juga menjadi panggung lahirnya berbagai rekor baru. Kedua tim tampil luar biasa sepanjang turnamen dengan sederet statistik impresif yang menegaskan dominasi mereka hingga mencapai partai puncak.
Dirangkum dari laman fifa.com/id pada Minggu, 19 Juli 2026, Spanyol datang ke final dengan modal rekor 37 pertandingan tanpa kekalahan di ajang internasional. La Roja menyamai catatan Italia pada periode 2018–2021 dan Argentina pada rentang 2019–2022, setelah membukukan 27 kemenangan dan 10 hasil imbang sejak terakhir kali kalah dari Kolombia pada Maret 2024.
Dominasi Spanyol juga terlihat melalui performa individu para pemainnya. Rodri menjadi pemain dengan jumlah operan sukses terbanyak dalam sejarah Piala Dunia dengan 648 operan, melampaui rekornya sendiri pada edisi 2022 yang mencapai 638 operan, sementara Lamine Yamal memimpin daftar dribel sukses terbanyak di turnamen ini dengan 30 kali melewati lawan.
| Baca juga: Spanyol Juara Dunia 2026 |
Di bawah mistar, Unai Simon tampil luar biasa dengan mencatatkan enam nirbobol dalam tujuh pertandingan, rekor baru bagi seorang kiper dalam satu edisi Piala Dunia. Penjaga gawang Spanyol itu juga membukukan rekor 650 menit tanpa kebobolan di Piala Dunia sebelum akhirnya gawangnya dijebol Belgia pada perempat final, sekaligus mencatatkan persentase penyelamatan terbaik di turnamen, yakni 93 persen.
Spanyol juga menunjukkan pertahanan yang sangat solid dengan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Catatan tersebut membuat La Roja berpeluang menjadi juara Piala Dunia dengan jumlah kebobolan paling sedikit dalam sejarah, melampaui rekor Prancis, Italia, dan Spanyol yang masing-masing hanya kebobolan dua gol saat menjadi juara.
Di kubu Argentina, produktivitas menjadi senjata utama menuju final. La Albiceleste telah mencetak 19 gol atau rata-rata 2,71 gol per pertandingan, menyamai catatan Brasil pada 1970 sebagai tim paling produktif dalam satu edisi Piala Dunia dalam lebih dari lima dekade terakhir, sekaligus membukukan rekor baru dengan mencetak sedikitnya dua gol dalam 13 pertandingan Piala Dunia secara beruntun.
Lionel Messi kembali menjadi pusat perhatian berkat penampilan luar biasanya sepanjang turnamen. Kapten Argentina itu telah mengoleksi delapan gol dan empat assist, sehingga terlibat langsung dalam 12 gol, jumlah terbanyak yang dicatatkan seorang pemain dalam satu edisi Piala Dunia sejak Gerd Muller membukukan 13 kontribusi gol pada 1970.
Tidak hanya tajam di depan gawang, Messi juga terus menorehkan sejarah melalui kreativitasnya. Empat assist yang dibukukan membuatnya menjadi pemain pertama yang mampu mencatatkan assist dalam enam edisi Piala Dunia berbeda, sementara dua gol dari luar kotak penalti menjadikannya pemegang rekor gol terbanyak dari luar kotak penalti dalam sejarah turnamen.
Secara kolektif, Argentina juga tampil sempurna dengan memenangi seluruh tujuh pertandingan yang telah dijalani. Tim asuhan Lionel Scaloni menyamai rekor Brasil pada Piala Dunia 2002 sebagai tim dengan kemenangan terbanyak dalam satu edisi, sekaligus berpeluang menjadi negara kelima yang mampu menjuarai Piala Dunia dengan rekor kemenangan 100 persen sepanjang turnamen.
Laga final antara Argentina dan Spanyol dipastikan menjadi duel dua tim yang sama-sama sarat rekor. Mulai dari dominasi penguasaan bola Rodri, ketangguhan Unai Simon, kreativitas Lamine Yamal, hingga ketajaman Lionel Messi menjadi bukti bahwa partai puncak Piala Dunia 2026 bukan sekadar perebutan trofi, tetapi juga kesempatan untuk mengukir sejarah baru dalam sepak bola dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....