Argentina Bidik Semifinal, Swiss Siap Ukir Sejarah Lolos ke Semifinal Piala Dunia

  • 11 Jul 2026 19:01 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Argentina akan menghadapi Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026. Laga ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 12 Juli 2026, pukul 08.00 WIB, di Kansas City.

ini menjadi langkah penting bagi Albiceleste dalam upaya mempertahankan gelar sekaligus memburu trofi Piala Dunia keempat sepanjang sejarah mereka.

Tim asuhan Lionel Scaloni melangkah ke delapan besar setelah mencatatkan lima kemenangan beruntun sejak fase grup hingga babak 16 besar.

Di fase grup, Argentina tampil dominan dengan menyapu bersih tiga pertandingan di Grup J. Lionel Messi menjadi motor permainan setelah mencetak enam gol dalam kemenangan atas Aljazair (3-0), Austria (2-0), dan Yordania (3-1).

Ketajaman Messi terus berlanjut pada fase gugur dengan tambahan dua gol, termasuk gol penyama kedudukan yang krusial saat menghadapi Mesir di babak 16 besar. Torehan tersebut membuat kapten Argentina itu semakin kokoh sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan koleksi 21 gol sekaligus bersaing memperebutkan penghargaan adidas Golden Boot.

Namun, status juara bertahan tidak membuat Argentina melaju tanpa hambatan. Mereka membutuhkan gol bunuh diri pada babak perpanjangan waktu untuk menyingkirkan Cabo Verde di babak 32 besar, sebelum bangkit mencetak tiga gol pada menit-menit akhir guna mengalahkan Mesir dengan skor dramatis 3-2.

Di sisi lain, Swiss datang ke Kansas City dengan kepercayaan diri tinggi setelah menorehkan sejarah baru. Tim besutan Murat Yakin berhasil mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954 sekaligus mencatatkan dua kemenangan beruntun di fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka.

Swiss mengawali fase gugur dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Aljazair pada babak 32 besar. Mereka kemudian menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti setelah bermain imbang di babak 16 besar, meski harus tampil tanpa gelandang andalan Johan Manzambi.

Sepanjang fase grup, Manzambi menjadi salah satu pemain kunci Swiss berkat kontribusi tiga gol. Ia mencetak dua gol saat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 4-1 serta menyumbang gol kemenangan 2-1 atas tuan rumah bersama untuk memastikan Swiss finis sebagai juara Grup B.

Secara historis, Argentina lebih unggul dalam rekor pertemuan melawan Swiss. Dari tujuh pertemuan di semua ajang, Albiceleste mengoleksi lima kemenangan dan dua hasil imbang, termasuk selalu menang dalam dua pertemuan mereka di Piala Dunia, yakni 2-0 pada edisi 1966 dan 1-0 melalui gol Ángel Di María pada babak 16 besar Piala Dunia 2014.

Pelatih Lionel Scaloni menegaskan kemenangan dramatis atas Mesir menjadi bukti kuat mentalitas para pemainnya yang tidak pernah menyerah hingga peluit akhir berbunyi. Sementara itu, kapten Swiss Granit Xhaka menilai generasi pemain yang dimiliki negaranya saat ini merupakan salah satu yang terbaik sepanjang sejarah dan siap membuktikan bahwa negara kecil pun mampu bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.

"Kemenangan atas Mesir adalah momen yang tak terlupakan, salah satu yang terbaik. Apa pun yang terjadi mulai sekarang, tim ini memberi saya perasaan bahwa mereka tidak pernah berhenti percaya, bahkan ketika semuanya berlawanan dengan mereka," kata Scaloni, seperti dikutip dari laman fifa.com/id pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Gelandang Argentina, Enzo Fernández, juga memuji semangat juang rekan-rekannya yang mampu melewati berbagai tekanan sepanjang turnamen. Ia menegaskan kekompakan menjadi kekuatan terbesar Albiceleste dalam menjaga asa mempertahankan gelar.

"Kami memiliki tim yang fenomenal, tim yang tidak pernah menyerah apa pun kesulitan dan rintangannya. Kami selalu Bersama, terima kasih kepada rekan-rekan setim saya, kepada staf pelatih, dan kepada semua orang yang menyemangati kami," ujar Enzo Fernández.

Sementara itu, kapten Swiss, Granit Xhaka, menilai generasi pemain yang dimiliki negaranya saat ini merupakan salah satu yang terbaik dalam sejarah sepak bola Swiss. Ia optimistis perpaduan pemain senior dan muda, ditambah mentalitas yang kuat, mampu membawa Swiss terus menciptakan sejarah.

"Saya pikir generasi yang kami miliki sekarang ini adalah generasi yang istimewa. Mudah-mudahan kami akan melihat generasi seperti ini lagi suatu hari nanti, karena sudah lama kami menunggu kelompok seperti ini. Kami, para pemain yang lebih berpengalaman, didorong oleh para pemain yang lebih muda, dan pada saat yang sama harus memimpin dengan memberi contoh setiap hari dan setiap pertandingan," tutur Xhaka.

Pertandingan antara Argentina melawan Swiss ini, akan disiarkan oleh Radio Republik Indonesia (RRI). Anda bisa mendengarkannya melalui Programa 3 dan Programa 1 seluruh Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....