Maroko Tahan Imbang Brasil, Atlas Lions Tunjukkan Mental Calon Penantang Juara

  • 14 Jun 2026 10:52 WIB
  •  Bengkulu

‎‎RRI.CO.ID, Amerika Serikat - Timnas Maroko kembali membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan di sepak bola dunia. Menghadapi Brasil yang datang dengan status sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026 dan diperkuat sederet pemain bintang, Maroko berhasil mencuri satu poin berharga setelah bermain imbang 1-1 dalam laga Grup C yang berlangsung di Stadion MetLife.

‎Hasil ini menjadi pencapaian penting bagi Atlas Lions, tidak hanya mampu menahan salah satu tim terbaik dunia, Maroko juga tampil berani dan mampu memberikan tekanan kepada Brasil sepanjang pertandingan. Bahkan, wakil Afrika tersebut sempat unggul lebih dahulu dan membuat tim Samba harus bekerja keras untuk menghindari kekalahan.

‎Sejak peluit awal dibunyikan, Maroko menunjukkan bahwa mereka tidak datang hanya untuk bertahan. Dipimpin kapten Achraf Hakimi, Maroko langsung memainkan sepak bola agresif dengan memanfaatkan kecepatan pemain-pemain mereka dalam melakukan transisi menyerang.

‎Beberapa peluang berhasil diciptakan Maroko pada awal pertandingan, salah satunya melalui Neil El Aynaoui yang nyaris membuka keunggulan, namun penyelesaiannya masih belum menemui sasaran. Meski demikian, serangan-serangan yang dibangun Maroko berhasil membuat lini belakang Brasil kesulitan mengembangkan permainan.

‎Di sisi lain, Brasil yang diperkuat sejumlah pemain bintang seperti Vinicius Junior berusaha mengambil kendali pertandingan. Namun rapatnya pertahanan Maroko membuat berbagai upaya tim asuhan Carlo Ancelotti itu belum mampu menghasilkan gol.

‎Kejutan akhirnya datang pada menit ke-21. Melalui skema serangan cepat yang dibangun dengan baik, Maroko berhasil memecah kebuntuan lewat gol Ismail Saibari. Gol tersebut disambut meriah oleh para pendukung Maroko dan sekaligus membuat Brasil berada dalam tekanan.

‎Tertinggal satu gol, Brasil meningkatkan tempo permainan. Serangan demi serangan dilancarkan dari berbagai sisi lapangan dengan mengandalkan kreativitas para pemain depan mereka. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-32 ketika Vinicius Junior berhasil memanfaatkan peluang dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

‎Gol tersebut membuat pertandingan semakin menarik. Kedua tim saling bertukar serangan hingga akhir babak pertama, namun tidak ada tambahan gol yang tercipta. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

‎Memasuki babak kedua, Brasil tampil lebih dominan dalam penguasaan bola, Tim Samba berusaha menekan pertahanan Maroko untuk mencari gol kemenangan. Namun disiplin permainan yang diperagakan para pemain Maroko membuat Brasil kesulitan menciptakan peluang bersih.

‎Salah satu faktor penting keberhasilan Maroko meraih hasil imbang adalah penampilan solid lini pertahanan mereka. Duet bek Maroko mampu meredam sejumlah serangan Brasil, sementara penjaga gawang Yassine Bounou atau Bono tampil tenang di bawah mistar dan beberapa kali menggagalkan peluang berbahaya lawan.

‎Meski terus ditekan, Maroko juga tetap berbahaya saat melakukan serangan balik. Kecepatan para pemain sayap mereka beberapa kali membuat pertahanan Brasil harus bekerja keras untuk mengantisipasi ancaman yang datang.

‎Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Skor 1-1 pun menjadi hasil akhir pertandingan. Bagi Maroko, hasil ini terasa seperti kemenangan karena mereka mampu menahan tim yang dihuni banyak pemain kelas dunia dan difavoritkan melangkah jauh di turnamen.

‎Secara statistik, pertandingan berlangsung cukup berimbang. Brasil mencatat penguasaan bola sebesar 52 persen dan melepaskan delapan tembakan dengan lima di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Maroko justru tampil lebih agresif dengan 13 tembakan dan empat yang tepat sasaran.

‎Hasil imbang ini menempatkan Maroko di puncak sementara klasemen Grup C dengan koleksi satu poin. Brasil berada tepat di bawahnya dengan jumlah poin yang sama. Sementara itu, dua tim lainnya di Grup C, yakni Haiti dan Skotlandia, masih akan menjalani pertandingan perdana mereka.

‎Keberhasilan menahan Brasil menjadi sinyal bahwa Maroko masih memiliki kekuatan yang sama seperti saat mencetak sejarah dengan menembus semifinal Piala Dunia 2022. Dengan organisasi permainan yang solid, pertahanan disiplin, serta keberanian menghadapi tim-tim besar, Atlas Lions kembali menunjukkan bahwa mereka bukan lagi sekadar tim kuda hitam, melainkan salah satu penantang serius di Piala Dunia 2026.

‎Pada laga berikutnya, Brasil akan menghadapi Haiti dalam upaya meraih kemenangan pertama mereka di turnamen ini. Sementara Maroko akan berusaha melanjutkan tren positif saat berhadapan dengan Skotlandia demi menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....