Piala Dunia 2026: FIFA Larang "Jeda Taktis" Berkedok Cedera Kiper

  • 04 Jun 2026 05:57 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi memberlakukan regulasi ketat baru menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Mulai turnamen ini, para pemain dilarang keras memanfaatkan momen penanganan cedera penjaga gawang sebagai kesempatan untuk melakukan "jeda taktis" (tactical timeout) maupun mengulur-ulur waktu pertandingan.

Kepala Komisi Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa wasit yang bertugas di Piala Dunia 2026 akan bertindak lebih proaktif dan tegas dalam menghentikan trik yang kerap merusak ritme permainan ini.

Pemain Dilarang Mendekati Area Teknis

Berdasarkan aturan baru tersebut, ketika seorang penjaga gawang terkapar di lapangan dan menerima perawatan medis, pemain dari kedua tim dilarang berjalan menuju pinggir lapangan atau area teknis untuk berdiskusi dengan pelatih mereka.

"Mereka (para wasit) tidak akan mengizinkan kedua tim untuk pergi ke bangku cadangan ketika seorang penjaga gawang tergeletak di tanah karena cedera," tegas Pierluigi Collina dalam keterangannya yang dilansir dari BBC.

"Penjaga gawang tentu saja memiliki hak untuk mendapatkan perawatan medis saat cedera, tetapi para pemain lain tidak memiliki hak untuk meninggalkan posisi mereka dan beristirahat sejenak bersama pelatih masing-masing," tambah mantan wasit legendaris tersebut.

Sebagai gantinya, FIFA mewajibkan para pemain luar (outfield players) untuk tetap berada di posisi masing-masing di dalam lapangan atau berkumpul di area lingkaran tengah (center circle) yang jauh dari jangkauan instruksi langsung bangku cadangan.

Menutup Celah Regulasi yang Sering Dieksploitasi

Langkah berani ini diambil FIFA bersama International Football Association Board (IFAB) demi menjaga keadilan (fairness) dan intensitas waktu bersih permainan (ball in play). Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena "cedera buatan" oleh penjaga gawang menjadi sorotan tajam.

Berbeda dengan pemain luar yang diwajibkan keluar lapangan setelah mendapat perawatan, kiper memiliki imunitas dalam regulasi untuk tetap berada di lapangan demi keselamatan gawang. Celah inilah yang kerap dieksploitasi. Saat sebuah tim sedang digempur habis-habisan atau ingin mempertahankan keunggulan, kiper sering kali sengaja menjatuhkan diri meminta perawatan medis. Momen tersebut kemudian otomatis berubah menjadi jeda taktis tidak resmi bagi pelatih untuk mendikte ulang strategi ke pemainnya di pinggir lapangan.

Aturan baru ini pun sudah disosialisasikan secara langsung oleh FIFA dalam lokakarya (workshop) khusus yang dihadiri oleh tim kepelatihan dari 48 negara peserta Piala Dunia 2026.

Paket Aturan Anti-Mengulur Waktu Lainnya

Larangan jeda taktis kiper ini melengkapi sejumlah paket regulasi baru yang disahkan oleh IFAB untuk mempercepat tempo permainan di Piala Dunia 2026, di antaranya:

  • Batas Waktu Lemparan ke Dalam & Goal Kick: Pemain kini hanya memiliki waktu maksimal 5 detik. Jika melanggar, hak lemparan ke dalam akan berbalik ke lawan, sementara pelanggaran goal kick akan dihukum dengan sepak pojok untuk lawan.
  • Durasi Substitusi 10 Detik: Pemain yang diganti harus keluar lewat garis tepi terdekat dalam waktu 10 detik. Jika sengaja mengulur waktu, pemain penggantinya harus menunggu 1 menit di pinggir lapangan sebelum diizinkan masuk, memaksa tim bermain dengan 10 orang sementara waktu.

(Sumber Kutipan: Pernyataan Resmi & Keterangan Pierluigi Collina | Sosialisasi FIFA: Materi workshop FIFA bersama pelatih dari 48 negara peserta Piala Dunia 2026)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....